Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Boltara

Liga Santri PSSI Sulut, Ponpes Alkhairat Bintauna di Diskualifikasi, Ada Apa?

BOLMORA.COM, BOLMUT – Piala Kasad yang dikemas dalam perhelatan Liga Santri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun anggaran 2022, menuai sorotan dan kontroversi.

Pasalnya, Pondok Pesantren Alkhairat Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang mewakili Bolmong Raya harus menelan pil pahit setelah didiskualifikasi secara sepihak oleh panitia penyelenggara kegiatan piala Kasad.

Pada hal, secara keseluruhan Ponpes Alkhairat Bintauna berhasil mendominasi dan menyapu bersih setiap pertandingan dengan skor telak dan meyakinkan. 

Sebut saja pada tahapan seleksi yang berlangsung pada tanggal 1 sampai 2 Agustus 2022, Ponpes Alkhairat Bintauna berhasil menang besar dengan skor 9 gol tanpa balas saat mengalahkan Ponpes Arafah Bitung, kemudian pada partai puncak kembali menang 2 : 1 saat berhadapan dengan Ponpes Alkhairat Manado.

Namun sangat disayangkan, setelah memuncaki klasemen akhir, Ponpes Alkhairat Bintauna dinyatakan didiskualifikasi secara sepihak dengan alasan yang cukup menggelitik.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Ponpes Alkhairat Bintauna, Hamdan Pohontu, S.Ag M.Pd, pada media Bolmora.com, Selasa (08/09/2022).

Ia mengaku sangat kecewa terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh panitia penyelenggara Piala Kasad Liga Santri PSSI tingkat Provinsi Sulut.

“Keputusan yang diambil sangat kontroversi dan sepihak serta merugikan pihak Ponpes Alkhairat Bintauna yang mewakili Bolmong Raya,” akunya.

Anak-anak santri Ponpes Alkhairat Bintauna telah memenangi semua pertandingan, namun semangat dan harapan mereka pupus setelah panitia pelaksana melakukan tindakan sepihak yang nyata-nyata merugikan tim kami.

“Kasihan anak-anak, sudah bertanding serta menjunjung tinggi sportivitas dan profesional, namun panitia bertindak sebaliknya,” ungkapnya.

Ia menyebut, memang setelah pertandingan ada protes yang dilayangkan oleh pihak Ponpes Alkhairat Manado dan itu normal, yang tidak normal ketika kami tidak diberi kesempatan untuk membela diri.

“Kami siap membuka data yang diminta dengan tetap berpedoman pada Juknis yang diberikan oleh panitia pelaksana,” tegasnya.

Terpisah, Pelatih Kepala Tim Ponpes Alkhairat Bintauna yang mewakili Bolmong Raya, Rachmad Dg Masiga, mengatakan, protes yang dilakukan oleh Ponpes Alkhairat Manado seperti mengungkap tabir yang sedang mereka sembunyikan.

“Kami sudah mengkroscek beberapa pemain mereka terindikasi tidak terdaftar di data emis madrasah, pertanyaannya apakah panitia mengetahui dan hanya membiarkan?” Ucapnya.

Sebagai upaya tabayun, kami sudah beberapa kali meminta data lengkap pemain dari Ponpes Alkhairat Manado, nyatanya sampai detik ini belum ditanggapi.

“Untuk itu, saya tantang panitia pelaksana Piala Kasad Liga Santri PSSI Sulut dan Ponpes Alkhairat Manado untuk terbuka. Mari torang baku buka data pemain di emis, biar jelas dan nda terkesan baku fitnah.” Imbuhnya.

(Awal)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button