Tiupan Angin Selatan Ancam Pemukiman Warga Bolmong

0
141
Tiupan Angin Selatan Ancam Pemukiman Warga Bolmong
Tampak pohon tumbang yang menutupi jalan dibersihkan warga

BOLMORA.COM, BOLMONG – Perubahan cuaca yang menghasilkan angin kencang atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan angin selatan mengancam pemukiman warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kususnya di wilayah pantai utara (Pantura).

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, sampai saat ini suda ada empat rumah terkena dampak kerusakan dan beberapa pohon tumbang akibat angin kencang,

“Rumah yang terkena dampak angin kencang ini diantaranya berada di Desa Padang  satu unit rumah, Desa Bolaang I satu unit rumah, Desa Bolaang satu unit rumah dan Desa Ambang satu unit rumah,” kata Kasie Tanggap Darurat BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada korban jiwa akibat angin kencang yang melanda beberapa pekan terakhir ini

“Syukur  sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Lanjutnya, pihaknyapun selalu cepat tanggap menghadapi setiap peristiwa yang terjadi di Bolmong, setelah menerima informasi dari masyarakat melalui Call Center Pusdalops, BPBD Bolmong langsung menuju lokasi dengan membawa peralatan menuju lokasi kejadian untuk melakukan assesment.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca dan meminta penjelasan resmi fenomena angin kencang yang melanda wilayah pesisir Utara Bolmong,” ujarnya.

Dirinya mengimbau, kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika ada potensi bahaya pohon tumbang di sekitar pemukiman untuk dilakukan penanganan awal dari BPBD Bolmong. 

“Pengendara  baik roda dua maupun roda empar agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di antara Desa Ambang dua dan Desa Inobonto. Karena banyak terdapat pohon trembesi yang mudah tumbang dan dikhawatirkan menimpa kendaraan saat melintas,” imbaunya.

Sementara itu, warga Desa Solog Ningsi Tarban mengaku sering kawatir saat tidur di malam hari karena beberapa pekan terakhir ini angin kencang melanda desanya.

 “Saya sering takut saat tidur malam, mengingat angin di desa kami tergolong cukup kencang,” katanya.

(Agung) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here