Ini Cerita Senator Asal Sulut yang Patut Diberi Apresiasi dan Acungan Jempol
Indonesia Timur Mengguggat, Indonesia Timur Juga NKRI
16 AGUSTUS 2016 di GEDUNG MPR, DPR dan DPD-RI
Hari itu dimulai jam 9.00 WITA s/d jam 16.00 WIB, dilaksanakan tiga agenda sidang Paripurna. Di setiap agenda sidang Paripurna, selalu dibuka dan ditutup dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Bersamaan dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya itulah, poster dengan bagian depan bertuliskan “INDONESIA TIMUR MENGGUGAT” dan di bagian belakangnya bertuliskan “TIMUR INDONESIA JUGA NKRI” Aku pegang dengan tangan kiri dan Aku naikkan setinggi-tingginya. Sementara lima jari tangan kananku seperti biasanya Aku letakkan tepat di posisi Jantungku/di dada sebelah kiriku.
Selain Poster yang memang sudah aku siapkan sejak tahun lalu, Aku sudah meniatkan diri untuk mencegat Presiden Jokowi atau Wapres Jusuf Kalla, untuk menyampaikan secara langsung apa arti dari yang tertulis di poster itu.
Sayangnya, saat agenda sidang pertama selesai, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, keluar ruangan dengan tidak melewati jalan di mana mereka masuk sebelumnya.
Niatku akhirnya tercapai disaat setelah selesai agenda sidang Paripurna kedua. Tepat saat Presiden Jokowi di depanku, Aku jabat tangannya dan Aku pegang erat-arat. Disaksikan dan didengarkan langsung oleh Senator lainnya dari Sulawesi Utara, Pak Marhani Pua dan Pak Steva Liow. Sampai memperlihatkan apa yang tertulis di poster (TIMUR INDONESIA MENGGUGAT) yang ada di tangan kiriku, Aku sampaikan kepada sang Presiden:
“Pak Presiden, masyarakat Timur Indonesia melakukan protes karena sejak 70 tahun Indonesia merdeka, pembangunan tidak pernah berpihak ke wilayah kami”
Kemudian Aku membalikan poster dan terlihat tulisan (TIMUR INDONESIA JUGA NKRI). Spontan Aku sampaikan kepada sang Presiden:
“Tapi setelah bapak menjadi Presiden, kami merasa adalah bagian dari NKRI. Terima kasih kami untuk Pak Presiden yang memberi perhatian khusus kepada wilayah Timur Indonesia. Tolong terus perhatian dan bangun wilayah kami”
Sebuah jabat tangan dan penyampaian yang singkat dengan diakhiri foto bersama dalam situasi yang sebenarnya tidak memungkinkan, di tengah kerumunan banyak orang yang juga ingin bersalaman dan kepungan para Paspampres yang kadang bergaya sok jagoan. Namun, jabat tangan dalam waktu hampir 3 menit yang cukup memuaskan itu. Sang Presiden dengan senyumnya yang khas menganggukkan kepalanya beberapa kali.
Setelah dengan sang Presiden, masih disaksikan oleh Senator dari Sulawesi Utara, Pak Marhany Pua dan Pak Steva Liow, dan juga yang lainnya, Aku menjabat tangan Wapres Jusuf Kalla. Saat jabat tangan itulah secara spontan, guyon dan sedikit nakal Aku sampaikan kepada sang Wapres:
“Pak Wapres, kue pembangunan ke wilayah Timur, jangan ke Sulsel terus. Dibagi juga dong ke Sulawesi Utara dan Sulawesi yang lainnya. Juga ke Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat”
Sang Wapres pun dengan senyum yang khasnya merespon dengan beberapa kali anggukan kepalanya.
Terima kasih wahai Presiden dan Wakil Presiden. Aku tak pernah berpikir untuk memilih kalian di Pilpres lalu untuk menjadi sia-sia.
Salam : BENNY RHAMDANI



