Orang Tua Siswa Menolak Jam Belajar Sehari Penuh

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Gagasan program sekolah sehari penuh dari Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mendapat penolakan dari para orang tua siswa yang ada di Kota Kotamobagu.
Mereka menilai program tersebut merampas waktu bermain dan istirahat anak-anak. Olehnya, pemerintah diminta mengkaji kembali program tersebut.
“Program tersebut dapat memicu stres pada anak, karena merampas waktu bermain dan istirahat anak-anak,” kata Rini Abdul, salah satu orang tua siswa di SDN 1 Kotamobagu.
Menurutnya, program tersebut sangat tidak efektif, karena dapat memicu stres pada anak-anak.
“Saya harap pemerintah mengkaji kembali gagasan program tersebut. Sebab, dengan gagasan tersebut pasti akan meresahkan kami sebagai orang tua. Pastinya anak-anak akan mengeluh dan tidak mau lagi ke sekolah,” ucap Joice Mandagi.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota
Kotamobagu Rukmi Simbala, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya siap menyesuaikan jika sudah ada edaran mengenai gagasan program dari pemerintah pusat itu.
“Tapi sistem ini masih bersifat gagasan dari Mendikbud. Masih akan dikaji, apakah layak diterapkan atau tidak,” ujar Rukmi.(memet)



