Riska Lumintang Wakili Kotamobagu di KPN 2018
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Salah satu gadis asal Kelurahan Kotabangon, kelahiran 5 Oktober 2000, yakni Riska Lumintang yang merupakan putri dari Ferry Lumintang dan Yansje Saisab, mewakili Kota Kotamobagu dalam kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Samota 2018.
“KPN adalah even nasional yang merupakan program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan dilaksanakan dibeberapa kota di Indonesia. Di antaranya Surabaya, Makassar dan berakhir di Palu, yang merupakan tempat terjadinya bencana alam gempa dan tsunami beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu Toni Ponongoa.
Dia menerangkan, KPN tersebut resmi dimulai pada Sabtu (27/10/2018), di Surabaya Jawa Timur, dan diikuti oleh 99 peserta yang terdiri dari putra putri terbaik di Indonesia, terkumpul dalam satu wadah kegiatan yang diinisiasi setiap tahunnya oleh Kemenpora.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas pemuda di bidang kemaritiman dan memberi wawasan tentang kebaharian. Sehingga, pemuda pemudi lebih cinta terhadap laut, pelestarian lingkungan hidup, dan menjadi ujung tombak,” terangnya.
Ditambahkan, kegiatan KPN 2018 yang mengambil tema ‘Bakti Cinta kepada Negeri’ ini akan dilaksanakan selama 20 hari.
“Nantinya, Riska yang merupakan Mahasiswi di universitas Sam Ratulangi Manado Fakultas Ekonomi dan Bisnis, syang juga merupakan Purna Paskibraka Kota Kotamobagu tahun 2017, bersama peserta KPN lainnya akan diterjunkan langsung dalam kegiatan membangun kembali Palu, Sigi dan Donggala, yang terkena bencana gempa dan tsunami,” ujar Toni.
Selain itu lanjutnya, di KPK 2018 Riska juga turut mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Kotamobagu khusunya dan Sulawesi Utara (Sulut) umumnya.
“Pada saat acara pembukaan, adik Riska Lumintang menggunakan pakaian adat asal Kota Kotamobagu, dan sekaligus mempromosikan pariwisata yang ada di daerah kita ini. Selain Riska, ada juga wakil Kota Kotamobagu, yakni Indah Manoppo, yang mengikuti kegiatan nasional lainnya, yaitu Jambore Pemuda Indonesia yang dilaksanakan di Bangka Belitung,” urainya.
(me2t)



