Disdag ESDM Bolmong Minta Ketambahan Stok Elpiji di Wilayah Bencana
BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Perdangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disdag-ESDM) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) meminta tambahan stok elpiji 3 kilogram dan BBM ke pihak pertamina, untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi di sebagian wilayah Dumoga Raya. Paslnya, wilayah tersebut saat ini terendam banjir dan terdapat beberapa titik longsor.
“Saya sudah meminta tambahan stok secara resmi ke pihak pertamina, dan itu disetujui,” kata Kepala Disdag ESDM Toni Toligaga.
Permintaan penambahan yang dilakukan pihak Disdag-ESDM bertujuan untuk mengatasi kelangkaan elpiji dan BBM, yang memicu naiknya harga dua komoditi tersebut secara gila-gilaan di wilayah bencana.
Dikatakan, setiap pangkalan kini akan beroleh jatah 160 tabung gas setiap kali kirim, dari sebelumnya hanya 80. Untuk BBM, akan didrop 16 ribu kilo liter ke SPBU Kosio.
“Untuk elpiji akan diprioritaskan pada wilayah yang terdampak bencana,” ujar Toni.
Toni menyesalkan ulah sejumlah pihak yang mencari untung, dengan menaikkan harga elpiji 3 kilogram menjadi 90 ribu per tabung.
“Itu hak orang miskin,” kata dia.
Ia juga memastikan bahwa tabung-tabung gas dimaksud berasal dari luar daerah Bolmong. Karena, tabung yang beredar dan diperuntukkan kepada masyarakat Bolmong memiliki kode edar yang khas, sehingga mudah diidentifikasi.
“Tabung di lokasi banjir bukan dari agen yang berasal dari Bolmong. Tabung yang beredar di warung diduga berasal dari luar Kabupaten Bolmong, karena segelnya suda tidak ada,” ungkap Toni.
Terpisah, Camat Dumoga Barat Malpin Dako, menyesalkan ulah oknum yang mengambil keuntungan di saat warga terkena musibah.
“Sungguh sangat tidak berperasaan,” cetusnya.
Sebut Malpin, masalah tersebut sudah dirapatkan dengan Sekda Bolmong serta pihak-pihak terkait. Dia meminta sangadi berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil, untuk mengecek harga elpiji dan bensin di wilayah masing masing.
“Kalau ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram dengan harga di atas HET, maka tidak segan-segan akan ditutup. Pemiliknya kita polisikan,” tegas Toni.
(Agung)



