Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Bolmong Langsung Cari Solusi
BOLMORA.COM, BOLMONG — Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow. Sabtu (25/7/2020) siang, meninjau langsung ke lokasi bencana banjir di sebagian wilayah Kecamatan Dumoga Bersatu.
Usai meninjau kondisi di lapangan, Bupati Yasti langsung menggelar rapat di lokasi bencana. Tepatnya di Desa Doloduo III, Kecamatan Dumoga Barat. Diikuti Camat, Sangadi dan sejumlah kepala SKPD. Sewaktu memimpin rapat, sesekali Yasti menelepon pihak balai jalan dan sungai.
Beberapa saat kemudian, pihak balai jalan tiba di lokasi. Keluhan warga yang disampaikan Bupati disanggupi balai jalan. Menurut Yasti, areal genangan dari bendungan sudah tak terawat.
“Hal ini perlu diantisipasi segera agar jangan ada bencana susulan,” kata dia.
Yasti menyampaikan, bahwa jembatan baily akan segera dipasang sebagai ganti jembatan kosio yang putus. Sebut dia, jembatan tersebut sangat penting secara ekonomis sebagai jalur pengangkutan barang.
“Secepatnya akan dipasang jembatan darurat, saya sudah koordinasi dengan pihak balai jalan,” kata dia.
Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Bolmong Rafik Alamri menyebut sebanyak 905 warga yang terdiri dari 259 kepala keluarga (KK), mengungsi akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Dumoga raya. Kabupaten Bolaang Mongindow (Bolmong) pada Sabtu (25/7/2020)
“259 rumah tergenang air dengan ketinggian 50 cm hingga 2 meter. Jumlah pengungsi mencapai 905 jiwa. Mereka mengungsi di rumah kerabat terdekat.,” ungkap Rafik
Dari pantauan Bolmora.com Terjangan air bah menyebabkan jembatan Kosio yang merupakan penghubung antara Kecamatan Dumoga Tengah dan Dumoga Barat amblas pada bagian oprit sepanjang 7 meter. Turut amblas pula jalan penghubung antara Desa Doloduo III dan Desa Toraut. Lalu lintas antara Kabupaten Bolmong dan Bolsel terganggu oleh 10 titik longsor di Desa Matayangan, tepatnya di jalan penghubung Doloduo dan Molibagu.
Rafik juga menuturkan, data kemungkinan bertambah karena masih ada tiga desa yang tengah didata.
“Kami masih data kerugian di Desa Dondomon, Dondomon Utara dan Dondomon Selatan,” kata dia.
Dikatakan Rafik, banjir terparah terjadi di Desa Kosio Barat. Sebanyak 170 rumah terendam air.
“Warga terdampak mencapai 600 jiwa,” ujar dia.
Menurutnya, banjir dan longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan sedang yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Hujan deras menyebabkan sungai Ongkang dan bendungan Toraut meluap.
Sebut dia, penanganan bencana telah dilakukan personil BPBD bekerja sama dengan Dinas PU, Balai Jalan Nasional dan Balai Sungai.
“Pembersihan material longsor tengah dilakukan dan kami tengah mengkaji pembuatan jembatan darurat,” tutupnya
(Agung)



