Kimong Nyawa Ekonomi Baru Sulut di Tengah Pandemi
BOLMORA.COM, BOLMONG – Virus Corona (Covid-19) membuat perekonomian Sulut lesu darah. Usaha besar, menengah dan kecil terancam gulung tikar.
Pemasukan bagi pemerintah (PAD) begitu minim, begitupun pendapatan lainnya. Yang ada pengeluaran untuk jaring pengaman sosial.
Di tengah kebuntuan ekonomi itu, Kimong hadir sebagai “penyelamat”. Bergulir di era new normal, hadirnya Kimong di Sulut bak pil penambah darah atau nyawa baru bagi ekonomi Sulut.
“Dalam konteks saat ini dimana kita siap masuk ke era new normal, hadirnya Kimong bisa menghidupkan kembali ekonomi yang lesu di masa pendemi Covid 19,” kata Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, beberapa waktu lalu.
Yasti mengungkapkan, ia sudah bertemu dua menteri untuk membahas Kimong.
“Saya ketemu Menteri Bappenas untuk membahas pengembangan Kimong. Saya juga bertemu Menteri BKPM dan meminta izin agar Kimong jalan tahun ini,” ungkapnya.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, sebut Yasti, sudah setuju Kimong dimulai tahun ini. Dikatakan Yasti, Olly bersama -sama dengan Pemkab Bolmong berupaya mempercepat Kimong meski di masa Covid 19.
“Kita harus mulai agar daerah kita bisa maju, kita pakai protokol covid 19,” ujar dia.
Yasti membeber, nilai investasi Kimong bernilai jumbo. Sekitar 160 triliun rupiah.
“Diperuntukan untuk pembangunan pabrik dari hulu hingga hilir. Semua tanah pertanian akan kita manfaatkan, masyarakat pun akan diberikan kemudahan fasilitas – fasilitas supaya bisa bercocok tanam,” ujarnya.
Menurut Yasti, Kimong adalah satu dari dua kawasan industri yang baru dibangun pemerintah Jokowi. Hal tersebut menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah pusat terhadap Bolaang Mongondow Raya (BMR). Yasti memprediksi Kimong bakal meningkatkan ekonomi kawasan.
“Akan ada 33 ribu ribu tenaga kerja dimana akan diprioritaskan anak-anak Mongondow,” ujarnya.
Kue Kimong juga akan menetes di daerah BMR lainnya. Yasti akan meminta investor untuk turut memajukan pariwisata di Bolsel, Kotamobagu dan Boltim. Investor juga akan diminta membangun sekolah.
“Kita minta mereka siapkan guru bahasa mandarin,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Welty Komaling mengungkapkan, Kimong adalah bentuk dari sinergitas pusat, provinsi dan daerah. Adanya Kimong akan memicu multiple effect di berbagai bidang.
“Pertama investasi triliunan rupiah, kemudian menciptakan lapangan kerja dan akan menumbuhkan sektor UMKM,” kata dia.
Diketahui Kimong di Kabupaten Bolmong dipastikan running tahun ini. Sebanyak 2000 investor siap masuk.
(Agung)



