Disdik Bolmong Atasi Masalah di Sekolah Pelosok
BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali melanjutkan tour ke sekolah pelosok di wilayah Bolmong. Kali ini rombongan Disdik yang dipimpin Kepala Dinas Renty Mokoginta meninjau salah satu sekolah di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mengkang, Selasa (07/07/2020).
Seperti sebelumnya perjalanan Disdik Bolmong menempuh sekolah pelosok tidak mudah, rombongan harus melewati jalan rusak sepanjang 5 kilometer.
Sesampai di SDN Mengkang, Disdik mendapati sejumlah persoalan. Yaitu tidak berfungsinganya sekolah satu atap di wilayah tersebut. Imbasnya, siswa yang telah lulus SD tidak banyak yang melanjutkan ke jenjang SMP.
Kepala Sekolah SDN Mengkang Anua Kandoli mengatakan, saat ini jumlah siswa di sekolahnya berjumlah 30 orang.
“Kendalanya ada beberapa siswa yang kuramg mampu tak bisa melanjutkan sekola ke jenjang selanjutnya setelah lulus SD,” katanya.
Sementara itu Ketua BPD Desa Mengkang , Satipidin Mokolintad mengatakan, di desanya terdapat sekolah satu atap namun suda tidak di fungsikan sejak 2011.
“Sudah delapan tahun terakhir sekolah tersebut sudah tidak aktif lagi karena dulunya kekurangan siswa. Sehingga sebagian para siswa yang telah lulus berlanjut sekolah ke SMP Tanoyan dan SMP yang ada di Kota Kotamobagu,” ungkap dia.
Satipidin mengaku, jika beruntung orang tua murid mampu menyekolahkan anaknya ke Kota Kotamobagu. Sebagian orang yang tidak mampu justru pasrah tidak melanjutkan pendidikan anaknya.
“Di sini ada beberapa yang hanya lulus SD, karena faktor ekonomi mereka meminta anaknya untuk membantu berkebun memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Satipidin.
Sementara itu, Kepala Disdik Bolmong Renty Mokoginta yang berada di lokasi langsung menyimpulkan solusi untuk sekolah di Desa Mengkang.
“Pastinya kita akan aktifkan lagi sekolah satu atap disini, agar anak – anak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya,” ucap Renty.
Selain itu kata Renty, untuk fasilitas berupa kursi dan meja belajar akan segera dipenuhi pihaknya jika sekolah satu atap diaktifkan.
“Karena ini kebutuhan mendesak kita segera penuhi jika sekolah satu atap suda di aktifkan,” tutur dia.
Menurut Renty, sejauh penilaiannya angka putus sekolah di Desa Mengkang tidak signifikan. Meski begitu ia tetap mengantisipasi angka putus sekolah dengan mengaktifkan kembali sekolah satu atap di wilayah itu.
“Disini yang putus sekolah tidak signifikan, tapi langkah antisipasi menghindari hal itu tetap kita lakukan,” jelas Renty.
Tour Disdik Bolmong ke sekolah pelosok merupakan kesekian kali dalam dua pekan terakhir setelah sebelumnya telah meninjau sejumlah sekolah seperti di Desa Pomoman Kecamatan Poigar, Kolingangaan di Kecamatan Bilalang, Desa Ikarad Kecamatan Dumoga Timur.
Renty mengaku, peninjauan ke sekolah pelosok penting untuk menginventarisir persoalan yang ada.
(Agung)



