Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit di Bolmong Buka Lapangan Pekerjaan

0
567
Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit di Bolmong Buka Lapangan Pekerjaan
Indra Maulana, Manager Officer di PT Agricore

BOLMORA.COM, BOLMONG – Berbagai tudingan miring terhadap perusahaan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dijawab oleh Indra Maulana, selaku Manager Officer di PT Agricore, yang juga merupakan perwakilan sembilan perusahaan sawit.

Menurut Indra, keberadaan perusahaan sawit di wilayah Bolmong akan membawa nilai ekonomis bagi masyarakat, seperi meningkatnya lapangan pekerjaan.

“Satu hektare kita butuh 3 pekerja, ini ada puluhan ribu hektare, belum lagi tenaga kerja lainnya,” kata dia.

Loading...

Bakhan, mereka merupakan perusahaan satu-satunya yang membolehkan adanya tumpang sari, atau penanaman di pinggir pohon sawit oleh petani.

“Nantinya petani di sekitar bisa menanam umbi di kebun sawit. Umbi yang akan kami perkenalkan harganya cukup mahal, lebih untung dari tanam jagung. Nantinya petani bisa jual atau kami beli,” ungkap Indra.

Mengenai tudingan bahwa sawit bisa merusak lingkungan. Lagi-lagi Indra mementahkannya. Menurutnya, beberapa di antaranya tidak terbukti, sebab perusahaan patuh pada regulasi yang ada.

“Semuanya sesuai dengan aturan,” timpalnya.

Dikatakan, penanaman kelapa sawit sudah berlangsung di Desa Babo, Poigar serta Lolak. Panen besar pertama akan berlangsung Oktober nanti.

“Kita akan jual hasilnya ke Bitung atau Gorontalo,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, ke depan pihaknya berencana membangun sebuah pabrik, jika sudah menanam 3.000 hektare sawit. Pabrik tersebut direncanakan memiliki mesin pengolah dengan kapasitas 10 ton per jam.

“Untuk punya pabrik demikian, kita harus memiliki paling kurang 3.000 hektare sawit, sekarang kita belum sampai 500, ini kemungkinan terwujud tiga tahun ke depan,” tandas Indra.

Sementara itu, Asisten II Setda Bolmong Yudha Rantung mengatakan, beberapa waktu lalu Pemkab Bolmong mengelar pertemuan bersama pihak perusahaan sawit, pertemuan tersebut diadakan untuk mencari solusi atas permasalahan tentang sawit di Bolmong. Pertemuan itu dihadiri pihak perusahaan, dinas terkait serta camat.

“Rapat tersebut digelar atas perintah ibu bupati agar terus diadakan evaluasi,” ujarnya.

Yudha meminta pihak perusahaan untuk terus mensosialisasikan program sawit ke masyarakat agar tidak terjadi salah paham.

“Seperti tanaman ubi yang ditawarkan perusahaan, harus ditunjukkan ke masyarakat bagaimana cara  menanamnya, bagaimana cara menjualnya dan lain sebagainya,” imbuhnya.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here