Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Politik

MUSANCAB PDI Perjuangan Minahasa Selatan Resmi Tetapkan PAC Baru di Tiga Kecamatan

MINAHASA SELATANMUSANCAB PDI Perjuangan Minahasa Selatan untuk Kecamatan Tareran, Motoling Barat, dan Suluun Tareran resmi digelar pada Sabtu, 24 Mei 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Selatan. Forum ini langsung menetapkan jajaran Pimpinan Anak Cabang atau PAC baru di tiga kecamatan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Franky Donny Wongkar, SH, memimpin langsung jalannya musyawarah. Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Selatan, Theodorus Kawatu, bertindak sebagai pimpinan sidang.

Musyawarah ini menjadi bagian dari agenda lanjutan konsolidasi organisasi partai. Sebelumnya, PDI Perjuangan Minahasa Selatan telah menggelar kegiatan serupa di 14 kecamatan lain.

Tiga Kecamatan Tetapkan Pengurus PAC Baru

Dalam forum tersebut, partai menetapkan Ketua PAC baru untuk masing-masing kecamatan. Selain itu, dua pendamping juga langsung ditunjuk sebagai sekretaris dan bendahara PAC.

Setelah penetapan pimpinan inti, peserta musyawarah menyusun struktur lengkap calon pengurus. Setiap PAC akan memiliki 11 orang pengurus di tingkat kecamatan.

Langkah ini memperkuat mesin organisasi PDI Perjuangan di Minahasa Selatan. Terlebih, PAC menjadi penghubung utama antara DPC, ranting, kader, dan masyarakat.

Pelaksanaan MUSANCAB PDI Perjuangan Minahasa Selatan di tiga wilayah ini sebelumnya sempat tertunda. Penundaan itu terjadi karena partai harus menjalankan ketentuan internal organisasi.

DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara lebih dulu menggelar ujian psikologi serta fit and proper test. Melalui tahapan tersebut, partai menyeleksi kualitas calon pemimpin organisasi secara lebih ketat.

Kawatu Minta PAC Jaga Soliditas dan Hadir di Tengah Masyarakat

Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Selatan, Theodorus Kawatu, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PAC yang baru. Ia meminta para pemimpin baru menjalankan amanah partai dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat kepada Ketua PAC, Sekretaris, dan Bendahara yang baru dipercayakan amanah ini. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” tegas Kawatu.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Menurutnya, kader harus tetap tegak lurus pada garis perjuangan partai.

Selain itu, Kawatu mendorong PAC untuk terus hadir di tengah masyarakat. Dengan begitu, partai dapat menyerap aspirasi warga secara langsung.

“Jaga kekompakan, tetap solid, dan terus menyatu bersama masyarakat,” tambahnya.

PAC Jadi Ujung Tombak Konsolidasi Partai

Kawatu menegaskan bahwa PAC memiliki posisi strategis dalam struktur PDI Perjuangan. Sebab, PAC bekerja langsung di wilayah kecamatan dan bersentuhan dengan kader akar rumput.

Karena itu, PAC harus mampu menggerakkan konsolidasi hingga tingkat ranting. Pengurus juga perlu memperkuat semangat gotong royong di setiap wilayah kerja.

Menurut Kawatu, loyalitas kader menjadi modal penting bagi kekuatan organisasi. Oleh sebab itu, pengurus PAC wajib menjaga komunikasi dan kerja kolektif.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PDI Perjuangan Minahasa Selatan berharap kinerja partai makin solid. Selain itu, struktur PAC baru diharapkan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

DPC PDI Perjuangan Minsel Perkuat Struktur Akar Rumput

Sekretaris DPC Rommy Pondaag dan Bendahara DPC Stefanus Lumowa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keduanya mendampingi jalannya musyawarah bersama kader dan simpatisan partai.

Kehadiran unsur DPC menunjukkan komitmen partai dalam memperkuat struktur organisasi. Terlebih, konsolidasi internal menjadi modal penting menghadapi agenda politik dan pelayanan masyarakat.

Melalui MUSANCAB PDI Perjuangan Minahasa Selatan, partai menata kembali barisan pengurus di tingkat kecamatan. Dengan demikian, kerja organisasi bisa berjalan lebih terarah, disiplin, dan efektif.

Partai juga berharap PAC baru mampu membangun komunikasi kuat dengan ranting. Selain itu, pengurus harus aktif merespons dinamika sosial di wilayah masing-masing.

Yani Najoan

Biro Liputan Minahasa Selatan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button