Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bolmong Meningkat
BOLMORA, BOLMONG – Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur semakin meningkat di Kabupaten Bolmong. Pasalnya, bulan Januari sampai April tercatat 18 kasus kekerasan terhadap anak. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bolmong Farida Mooduto.
Menurutnya, untuk data kasus kekerasan terhadap anak pada 2017 lalu sebanyak 46 kasus.
“Itu data setahun, dan terbagi atas anak sebagai pelaku, korban, dan saksi,” ujarnya, Selasa (17/7).
Kata dia, dikatakan meningkat karena dapat dilihat dari data yang diperoleh (lihat grafis, red). Sebab, baru dari Januari-April sudah mencapai 18 kasus. Sedangkan untuk bulan Mei-Juli sementara dalam pendataan.
“Dan masih ada beberapa bulan ke depan. Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi kekerasan terhadap anak,” harap Farida.
Dikatakan, hal tersebut terjadi dikarenakan banyak faktor. Salah satunya dari lingkungan. Belum lama ini terjadi kekerasan anak berusia 2 tahun yang dilakukan oleh tetangga, yang juga termasuk keluarga korban.
“Hanya karena anak tersebut mengacak-acak Cengkeh, langsung dipukul dengan batang sapu di wajah sang anak. Mengakibatkan wajah sang anak rusak. Dan saat ini sudah sementara diproses di Polsek Bolaang,” ungkapnya.
Farida mengimbau bagi orang tua agar dapat mengontrol emosi. Sebab kalau tidak, maka jadi seperti kasus anak 2 tahun itu. Hanya gara-gara Cengkeh berurusan dengan hukum.
“Saya berharap orang tua lebih tahu membawa diri. Jadilah orang tua yang bisa jadi contoh bagi anak-anak. Dan saya pun mengimbau agar orang tua khususnya ibu-ibu jangan mudah percaya dengan orang terdekat, apalagi yang memiliki anak perempuan. Agar tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab terjadinya kekerasan pada anak karena ada kesempatan. Dan itu pun dilakukan oleh orang terdekat,” pungkasnya.(agung)
Berikut Grafis Data Kasus Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2017
| Pelaku 3 orang |
| Korban 27 orang |
| Saksi 16 orang |
| Total 46 orang |
Kekerasan Anak Tahun 2018 Januari-April
| Pelaku 1 orang |
| Korban 12 orang |
| Saksi 5 orang |
| Total 18 org |



