Piala Adipura Memuat Keringat Seluruh Masyarakat Kotamobagu
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Tepat pukul 10.48, Wita, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, bersama rombongan yang membawa Piala Adipura Buana tiba di gerbang batas Kotamobagu dan Bolmong. Dari situ, Piala Adipura diarak menuju lapangan Boki Hiotinimbang Kotamobagu.
Pun, sekitar satu jam jalur jalan AKD-Adampe Dolot-Ahmad Yani macet total, disebabkan iring-iringan ratusan kendaraan yang menjemput wali kota bersama rombongan menuju lapangan di mana tempat acara seremonial penjemputan penghargaan Piala Adipura Buana, yang dianugerahkan pemerintah pusat atas prestasi yang ditorehkan Pemkot dan masyarakat Kotamobagu di bidang kebersihan lingkungan.
Sesampainya di lapangan Boki Hotinimbang, wali kota yang turun dari kendaraan Jip warna merah dengan membawa Piala Adipura langsung disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan, serta yel-yel ‘Kotamobagu Bisa’ dari para ASN dan masyarakat. Seperti biasa, kata-kata penyambutan dilafazkan untuk menyambut orang nomor satu di kota yang baru berusia 9 tahun itu.
Diawali dengan Itum-Itum (kata-kata penyambutan berbahasa daerah khas Bolaang Mongondow), selanjutnya Tuitan (tarian penyambutan para pemimpin yang baru datang dari medan perang atau pemimpin daerah yang pulang membawa prestasi). Saat memasuki alun-alun, wali kota juga dijemput dengan tarian Kabela (tarian penjemputan khas Bolaang Mongondow).
Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung program Pemkot Kotamobagu, untuk mewujudkan Kotamobagu yang bersih, sehat dan indah.
“Piala Adipura ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah yang berhasil menjaga kebersihan dan tata kelola lingkungan yang bersih, sehat dan indah. Insya Allah, dengan prestasi yang dicapai saat ini akan lebih memberikan kita semangat dan motivasi kita dalam menjaga kebersihan lingkungan,” kata wali kota.
Menurut wali kota perempuan Kotamobagu ini, puluhan penghargaan yang sudah diterima Pemkot Kotamobagu, tapi penghargaan Piala Adipura adalah lain dari pada yang lain.
“Penghargaan ini sangat berharga bagi kita semua. Jika kita lihat, Piala Adipura ini biasa saja, tetapi di dalamnya memuat keringan seluruh masyarakat Kotamobagu. Di dalamnya ada keringat tukang sapu, ada keringat camat, ada keringat lurah/sangadi, ada keringat seluruh ASN, dan terutama ada keringat seluruh masyarakat Kotamobagu. Pretasi ini diraih berkat kerja sama seluruh komponen masayarakat untuk membawa Kotamobagu ke arah yang lebih baik ke depan,” paparnya.
Diakhir sambutan, wali kota menghaturkan ucapan terima kasih kepada DPRD yang telah mendukung program Pemkot Kotamobagu, sehingga dapat meraih penghargaan yang membaggakan. Tak lupa, ucapan terima kasih juga dilayangkan kepada Forkompida yang turut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungganya.
“Terima kasih juga kepada seluruh ASN, camat, lurah dan sangadi yang telah bekerja keras menjalankan program yang menghasilkan prestasi membanggakan bagi Kotamobagu yang sama-sama kita cintai ini. Ter-istimewa, ucapan terima kasih kepada para petugas kebersihan dan masyarakat yang merupakan simbol keberhasilan meraih Piala Adipura Buana, sekaligus dinobatkannya Kotamobagu sebagai kota kecil yang layak huni atau didiami (liveable),” lugas mantan Ketua DPW PAN Sulut ini.
Usai membrikan sambutan, wali kota mneyerahkan Piala Adipura kepada para petugas kebersihan (pasukan biru), kemudian diarak keliling Kotamobagu.
Hadir dalam acara penyambutan Piala Adipura, Senin (25/7/2016), Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf S. Sihotang, Ketua Kejari Kotamobagu Dasplin SH MH, Kapolres Bolmong yang diwakili Kasubbag Humas AKP Saiful Tamu, dan seluruh pejabat di jajaran Pemkot, serta camat, lurah dan sangadi se-Kotamobagu.(gun mondo)



