Honorer di Dishutbun Bolmong Keluhkan Pemotongan Gaji
Jemmy Sako : Pemotongan Bukan Kepentingan Pribadi
BOLMORA, BOLMONG – Para honorer yang mengabdi di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbub) Kabupaten Bolmong, tak henti-hentinya mengeluhkan soal pemotongan gaji oleh oknum bendahara pengeluaran di instansi tersebut.
Pengakuan salah satu honorer yang mendatangi redaksi Bolmora.com belum lama ini, parktik pemotongan gaji mereka sudah berlangsung kurang lebih setahun.
“Gaji kami dipotong Rp450 ribu per bulan oleh bendahara, tanpa menjelaskan alasan pemotongan. Jelas kami keberatan dan bertanya-tanya, selisih gaji itu dipergunakan untuk apa ?,” kata honorer yang meminta namanya tidak dipublis, seraya menyerahkan sejumlah data kejanggalan dan penyimpangan di Dishutbun Bolmong, Jumat (22/7/2016) pekan lalu.
Berdasarkan draf daftar gaji yang disorodorkan ke redaksi Bolmora, sebanyak 30 honorer yang berhak menerima gaji. Setiap honorer harusnya menerima Rp1.500 ribu setiap bulan. Tapi oleh bendahara AW alias Aryani dipotong Rp450 ribu. Sehingga para honorer hanya menerima Rp1.050 ribu setiap bulan, yang diterima per triwulan.
“Jika dihitung selisihnya mencapai Rp13.500 ribu per bulan. Berarti, per triwulan hasil pemotongan gaji kami sebanyak Rp40.500 ribu. Nah, jika dikalikan 12 bulan dalam setahun, berapa banyak hak kami yang masuk ke kantong para pelaku pungli ?. Kalau tidak masuk kantong, lalu uang itu di ke manakan ?,” cetus sumber.
Dikatakan sumber, pemangkasan gaji ini perlu diperjelas kembali agar para honorer tahu alasan dan penggunaan uang yang dipotong melalui hak mereka.
“Kalua alasannya uang selisih dari gaji kami akan dibayarkan ke honorer yang tidak masuk dalam daftar gaji, itu sangat tidak beralasan. Sebab, di kwitansi yang kami tandatangani honor yang tercantum Rp1.500 ribu, sementara yang diterima hanya Rp1.050 ribu. Di sisi lain, ada sebagian gaji honorer yang hingga saat ini juga belum dibayarkan,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dishutbun Bolmong melalui Sekretaris Jemmy Sako, saat dihubungi via seluler membenarkan pemotongan gaji para honorer. Jemmy mengaku, kebijakan pemotongan gaji honorer itu memang sudah sejak Kadis lama, Ashari Sugeha.
“Tapi pemotongan bukan untuk kepentingan pribadi bendahara atau oknum tertentu. Selisih tersebut untuk membayarkan gaji sejumlah honorer yang tidak masuk dalam daftar penerima gaji,” kata Jemmy.
Ditambahkan, pihaknya sudah menanyakan hal itu kepada bendahara. Bahkan telah mengumpulkan para honorer dan menanyakan jika ada rasa keberatan soal pemotongan gaji tersebut.
“Kita sudah tanyakan ke beberapa honorer. Mereka mengaku tidak keberatan soal pemotongan gaji tersebut. Toh, selisihnya untuk kepentingan membayar honorer lainnya. Tapi, nanti akan dicek lagi,” pungkasnya.(gun mondo)



