Buka Kegiatan Penilaian Kinerja Lokus Konvergensi Penurunan Stunting, Wagub Tegaskan Kabupaten dan Kota di Sulut Harus Tunjang Program Presiden

BOLMORA.COM, Sulut – Permasalahan stunting di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) tampaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulut. Hal ini tercermin dengan dilaksanakannya penilaian kinerja terhadap 4 kabupaten lokasi khusus (Lokus) Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021.
Kegiatan yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, yang dilangsungkan di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (2/6/2022) ini dibuka oleh
Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw, didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daetah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Praseno Hadi.
Ditemui wartawan usai membuka kegiatan, wakil gubernur megatakan, tujuan kegiatan guna menunjang program nasional sebagaimana program yang didukung penuh Presiden RI Joko Widodo, terkait penanganan Stunting di daerah.
“Presiden mendorong agar kabupaten/kota betul-betul memaksimalkan program ini secara konferensif, masif dan terstuktur.
Karena itu, telah dibentuk satgas khusus penanganan Stunting di daerah, yang nantinya bertugas untuk melakukan penetrasi,” ungkapnya.
Dia menegaskan Konvergensi harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah di Sulut, yang terdiri dari 15 kabupaten dan kota.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar pemerintah daerah di Sulut saling bekompetisi, berlomba-lomba untuk meningkatkan upaya dalam hal penanganan masalah Stunting di daerah masing-masing,” pungkas Kandouw.
Menurutnya, memang masalah ini kelihatan kecil, tapi menjadi perhatian khusis Presiden.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, kita di Sulut dapat melaksanakan program ini sesuai dengan keinginan dan harapan Presiden,” ujar mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut ini.
Hadir dalam kegiatan, selain Pj Sekdaprov Sulut Praseno Hadi, hadir juga Tim Leader Technical Asisten Region 5 Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sam Patoro Larobu, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Tino Tandayu, Kepala Badan Pusat Statistik Sulut Asim Saputra, Kepala Bappeda Provinso Sulut Jenny Karouw, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Sulut Lynda Watania, Kepala PUPR Sulut Alexander Wattimena, Kepala Dinas Kesehatan Sulut Debbie Kalalo dan perwakilan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sulut.
(*/Gun)



