Antisipasi Kecurangan, BPJS Segera Berlakukan Finger Print
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Badan Penyelengara Jaminan Kesehatan (BPJS) perwakilan Kotamobagu melakukan pembahasan beberapa persoalan yang menimbulkan kerugian terhadap BPJS.
Pembahasan tersebut dilaksanakan di ruang kerja Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, Selasa (18/6/2019).
“Ada beberapa masukkan dari BPJS atas kegiatan rumah sakit. Di antaranya protek yang akan dilakukan oleh BPJS ,menyangkut antisipasi penyalahgunaan kartu BPJS oleh oknum tertentu,” ungkap Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.
Dari pembicaraan tersebut, terciptalah kesepakatan bersama untuk memasang Finger Print, baik di Rumah Sakit maupun Puskesmas.
“Nantinya ada Finger Print yang akan diletakkan di Rumah Sakit dan Puskesmas, sehingga pelayanannya tepat,” terangnya.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Kotamobagu Suci Wulandari menyampaikan, bahwa pertemuan tersebut membahas evaluasi tentang penggunaan BPJS Kesehatan.
“Yang dibahas terkait kepesertaan, jumlah kunjungan, fasilitas kesehatan, jenis penyakit yang kasusnya terbanyak di semua rumah sakit yang ada di Kota Kotamobagu,” ujarnya.
Menurut Suci, pertemuan tersebut sangatlah penting karena pihaknya menemukan beberapa kecurangan.
“Kecurangannya seperti peserta yang sudah meninggal tapi dimanfaatkan oleh peserta yang lain, peserta yang sudah ada jadwal di Rumah Sakit dan sudah membuatkan jaminan, namun peserta bersangkutan tidak datang dan Rumah Sakit mengklaim ke BPJS. Nah, kedepan harapannya tidak ada lagi kecurangan dengan adanya finger print. Jika tidak terbaca melalui finger print otomatis BPJS tidak akan membayar klaim dari Rumah Sakit atau Puskesmas, sekaligus Rumah Sakit Swasta,” jelasnya.
(me2t)



