Jelang Malam “Monuntul”, Lampu Botol Laris Manis
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Banyak cara yang dilakukan orang untuk mengais rezeki di bulan suci Ramadan guna memenuhi kebutuhan, salah satunya dengan memanfaatkan botol bekas minuman suplemen untuk dibuat lampu.
Peluang bisnis kecil-kecilan ini banyak ditekuni oleh warga Kota Kotamobagu, seperti halnya Imran Lapasu, warga kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Pantauan BOLMORA.COM saat melintas di bilangan jalan Adampe Dolot Kelurahan Mogolaing, teatmya di kompleks Jembatan Ampera, dapat dilihat meja-meja penjual lampu botol berjejer. Apalagi menjelang malam pasang lampu (dalam bahasa Mobgondow disebut Monuntul), sejak H-10 jelang hari raya Idul Fitri , sudah tampak ratusan lampu yang dipajang.
Ditemuai awak media, Imran mengaku dengan bermodalkan botol kosong bekas minuman suplemen, sumbu kompor dan pipet dirinya bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.
“Alhamdulillah, hasil penjualan lampu bisa memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini. Ini merupakan tahun ketiga saya menggeluti bisni dengan berjualan lampu botol,” ungkap Imran, Selasa (20/6/2017).
Selama bulan Ramadan, bapak tiga orang anak ini mampu menjual 3.000 buah lampu botol. Hasilnya pun tak tanggung tangung, bisa mencapai 4 sampai 5 juta rupiah, dengan harga jual Rp2000/botol.
Tidak hanya berjualan lampu botol, di temapt itu juga ada tersedia minyak tanah sebagai sumber bahan bakar lampu. Terlebih dengan adanya program Pemkot Kota Kotamobagu yang menggelar lomba Monuntul antar kelurahan deagan menggunakan lampu botol, otomatis masyarakat antusias untuk memburu lampu botol.
“Botol-botol ini saya kumpulkan sejak jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadan, kemudian membeli bahan lainnya untuk dibuat lampu botol. Yah, Alhamdulillah, meski hanya sesekali menyempatkan waktu untuk membuat lampu, tapi hasilnya lumayan,” ujar Imran.(hen)



