Regional

Total Kerugian Bencana di Sangihe Capai 75 Miliar

Total Kerugian Bencana di Sangihe Capai 75 Miliar

BOLMORA, SULUT – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerpa sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban meninggal dan warga yang kehilangan tempat teinggal serta harta benda.

Dari data yang diperoleh, total kerugian sarana infrastruktur akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pekan lalu, diperkirakan mencapai Rp75 Miliar. Total kerugian tersebut dikaui juga oleh Bupati Kepulauan Sangihe HR Makagansa.

Menurut orang nomor satu di Sangihe itu, setelah melihat langsung kondisi kerusakan fasilitas umum maupun fasilitas masyarakat, seperti jembatan drainase, jalan, talud tebing, talud sungai, sarana air bersih, sekolah, pasar desa, dan tempat ibadah serta rumah penduduk di sejumlah kelurahan yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

“Ditaksir kerugian akibat bencana alam ini mencapai Rp75 Miliar. Kerugian itu mencakup kerusakan infrastruktur pemerintah maupun rumah-rumah penmduduk,” ungkap Makagansa.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, Pemprov Sulut akan segera memperbaiki seluruh sarana pemerintah maupun sarana umum yang rusak akibat diterjang bencana alam ini. Agar aktivitas mereka bisa berjalan seperti biasa kembali.

“Nantinya Kepala BNPB akan segera datang ke Sangihe untuk membantu membangun kembali rumah penduduk yang rusak. Sambil menunggu pembangunan rumah, pemerintah telah menyiapkan bantuan sewa rumah,” ucap Olly, saat menlakukan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan kepada korban bencana, Jumat (24/06/2016).

Ditambahakan, Pemprov akan memikirkan lokasi yang lebih aman untuk tempat tinggal penduduk, karena tempat tinggal sekarang rawan diterjang bencana.

Pemprov telah menyerahkan berbagai bantuan sosial dan tanggap darurat kepada masyarakat, termasuk bantuan dana Rp500 juta untuk kebutuhan sehari-hari para pengungsi. Bantuan itu bukan untuk sewa alat atau rehab bangunan,” tegasnya.

Senada diungkapkan Kadis PU Sulut Eddy Kenap. Katanya, saat ini pihaknya telah menurunkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang terisolir akibat bencana alam.

“Itu yang kami utamakan saat ini, sebagai langkah tanggap darurat. Sehingga, mobilisasi bisa tiba dengan cepat. Sementara untuk perbaikan pasca bencana , saat ini balai jalan sudah mengambil data dengan mengiventarisasi jembatan, jalan, sungai dan pantai. Data-data tersebut, akan segera  disampaikan mepada Menteri agar secepatnya mendapat bantuan dari pusat,” jelas Kenap.(santo)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button