
Boltim “Hattrick” Opini WTP
Bupati Apresiasi Kinerja Jajarannya
Bolmora, Boltim – Untuk ketiga kalinya Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut).
Predikat WTP diserahkan secara langsung oleh Kepala BPK-RI perwakilan Sulut Endang Tuti Kardiani, kepada Bupati Boltim Sehan Landjar, di Kantor BPK-RI Perwakilan Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Jumat (10/6/2106).
Pantauan wartawan Bolmora.com, selain Kabupaten Boltim, penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) juga dilakukan kepada lima kabupaten lainnya. Di antaranya, Kabupaten Talaud yang mendapat opini WDP, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) meraih WDP, serta Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Minahasa Utara (Minut) yang untuk pertama kali meraih opini WTP. Sementara, untuk penyerahan LHP Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) masih ditunda, karena menunggu kehadiran Ketua DPRD Minsel.
Ketua BPK-RI Perwakilan Sulut Endang Tuti Kardiani, dalam sambutannya mengatakan, pemberian opini berdasarkan empat kriteria penilaian.
“Yaitu kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektifitas sistem pengendalian internal,” ungkap Kardiani.
Katanya, laporan keuangan tahun anggaran 2015 berdasarkan sistem akuntansi berbasis akrual. Di mana, terdapat tujuh komponen dalam laporan, yakni Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
“Diharapkan, bagi pemerintah daerah yang belum mencapai WTP, tahun depan bisa menyusul daerah lain yang telah meraih WTP. Semoga tahun depan semua kabupaten/kota se-Sulut dapat meraih WTP, karena WTP adalah kewajiban pemerintah daerah untuk meningkatkan pelaporan keuangan yang transparan,” pungkasnya.
Ditemui usai kegiatan, Bupati Boltim Sehan Landjar, mengaku bahagia atas pencapaian tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hal luar biasa, karena tiga tahun berturut-turut Boltim berhasil mendapat penghargaan tertinggi terkait pengelolaan keuangan. Olehnya, hasil tersebut harus dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi ke depan.
Dalam kesempatan diwawancarai para wartawan, bupati dua periode ini memberi apresiasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, Kepala DPPKAD, serta Inspektur Daerah, yang menurutnya merupakan tulang punggung dalam hal penataan admistrasi keuangan daerah.
“Raihan ini tidak lepas dari peran mereka. Mereka telah berupaya dan bekerja keras memandu semua kepala satuan kerja selaku pengguna anggaran di dalam melaksanakan penataan keuangan, serta pertanggung jawaban,” ucap Landjar.
Disinggung terkait reward kepada aparatur, Landjar mengatakan tidak menutup kemungkinan tahun depan akan ada kenaikkan tunjangan kinerja sebagai bentuk reward kepada para aparatur yang telah bekerja keras, sehingga Boltim bisa meraih hasil terbaik dalam hal pengelolaan keuangan.
“Tunjangan selalu menjadi perhatian. Yang pasti, akan dilihat ke depan sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata dia.
Kegiata tersebut ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan bagi pemerintah daerah yang meraih opini WTP.
Turut hadir dalam kegiata tersebut Wakil Ketua DPRD Boltim Sehan Mokoagow, Sekda Muhammad Assagaf, serta sejumlah pejabat eselon II di lingkup Pemkab Boltim.
Reporter : Siswanto



