DaerahMinahasa Raya

Naiknya Angka Stunting Di Minsel,…..Begini Kata Brando Tampemawa SH.MH

Stunting adalah musuh bersama

Minahasa Selatan
Kamis 30/05/2024

Bolmora.com,_Amurang.
Menanggapi issue yang beredar belakangan ini mengenai stunting yang se olah menyudutkan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten MinSel, maka Pemerintah Daerah melalui Kepala Bapelitbangda
Kabupaten MinSel Bapak Brando Tampemawa SH.MH, merasa perlu untuk mengklarifikasi berita tersebut, agar masyarakat bisa mengetahui duduk permasalahannya secara jelas dan ilmiah.

Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa, kenaikan stunting di Kabupaten Minahasa Selatan disebabkan karena terjadinya fluktuasi balita stunting. antara lain adanya kasus baru, dimana terjadi tren yg positif peningkatan partisipasi orang tua, yang membawa balita ke Posyandu untuk diukur dan ditimbang, dan tercatat mencapai 90 % dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga balita-balita stunting yang pada tahun tahun sebelumnya belum teridentifikasi oleh karena belum pernah dibawa ke Posyandu, maka setelah pada tahun 2023 dibawa ke posyandu, ternyata teridentifikasi balita stunting.terang Brando Tampemawa SH MH.

Lebih lanjut disampaikan, Penanganan stunting sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Thn 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, haruslah dilakukan secara konvergensi atau “Baku Malendong”.

Tanggung jawab ini bukan hanya dipikul oleh Pemerintah saja, melainkan wajib di emban juga oleh seluruh elemen masyarakat,karena merupakan musuh bersama.

Pemkab Minahasa Selatan telah melakukan upaya-upaya nyata dalam rangka percepatan penurunan stunting, seperti pembuatan Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam penanganan Stunting, antara lain

Dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati, SK Bupati, Instruksi Bupati,dan kampanye pemberian obat tambah darah bagi remaja, pengadaan alat timbangan antropometri di semua posyandu di 167 desa.

Pengadaan tenaga gizi yg terlatih, kegiatan BAAS Forkopimda dan seluruh Kepala Perangkat Daerah, serta dilibatkannya Perusahaan-perusahaan melalui program CSR, penguatan dana dan pelayanan Posyandu melalui Dana Desa, seperti makanan pendamping ASI yg berkualitas, inovasi-inovasi penanganan stunting antara lain

Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Gerakan Lawan Stunting Untuk Hasilkan Generasi Hebat (Gerakan Laskar Hebat), serta inovasi oleh puskesmas-puskesmas, agar “Baku Malendong” karena semua upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan.

Oleh sebab itu, peran Pemerintahan Daerah (Pemkab dan DPRD) menjadi sangat penting dalam merencanakan dan menganggarkan untuk mendukung proses Penanganan stunting.

“Torang harus kompak untuk menangani stunting ini”.
Jadikan stunting sebagai musuh kita bersama.
Demikian Penjelasan Kepala Bapelitbangda Kabupaten Minahasa Selatan Brando Tampemawa SH MH.

Gina mangindaan
Bidang Informasi dan Komunikasi Publik
Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Minahasa Selatan
Penulis :Deki L.

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button