Ekonomi & Bisnis

Sepeda, Kopi dan Kaum Kolonial Vs Milenial

BOLMORA.COM, EKONOMI BISNIS – Bagi generasi milenial minum kopi tidaklah sederhana. Generasi ini mengincar kedai kopi indie yang alami dan fotogenik, serta rasa kopi yang alami dan sempurna. Bahkan, mereka kini perlu mengetahui proses dibalik peracikan kopi yang akan diminum.  Pun fungsi ngopi bergeser jadi gaya hidup. Salah satunya adalah pemilik ‘Seduh Keliling’ biasa disapa Om Jemi Monoarfa, yang mengunakan sepeda tua (Onthel) dan merupakan anggota KOBA (Komunitas Onthel Bahagia Kota Gorontalo).

Sepeda kaum kolonial ini sudah dirakit dengan mengunakan sepeda di samping kiri, yang berfungsi untuk tempat semua peralatan. Mulai dari gelon air, kompor gas mini, panci untuk memanaskan air, tempat kopi, gula aren, susu manis sendok, dan tempat gelas untuk menuangkan kopi kepada pelangan/penikmat kopi.

Pemilik Seduk Keliling ini biasa beroperasi di beberapa titik Kota Gorontalo. Di antaranya di pasar tua belakang Kantor Wali Kota Gorontalo, di depan kantor pelayanan pajak Provinsi Gorontalo, di kantor Pariwisata Kota Gorontalo, dan juga di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, tepatnya di depan New Melati Hotel Gorontalo.

Dengan konsep ‘Bangga Minum Kopi Indonesia’, Seduh Keliling akan hadir menyapa pecinta dan penikmat kopi di Gorontalo, sambil berjelajah, belajar bersama mengenal lebih dekat Kota Tua Gorontalo.

Harganya pun sangat terjangkau oleh kaum kolonial maupun milenial, yakni hanya Rp5000 (lima ribu) secangkir.

Menurut Om Jemi, yang biasa juga disapa pelangan Ko Jemi atau Mas Jemi, Insya Allah ke depan Seduh Keliling ini tetap stay  beroperasi di Lapangan Taruna Remaja depan New Melati Hotel Gorontalo. Ada beragam menu pilihan yang bisa dinikmati disajikan di lalapan Sulawesi. 

Malam Ahad 22 Mei 2021, bertepatan dengan 10 Syawal 1442 Hijriyah, Seduh keliling ditemani oleh sebagian sahabat KOBA (Komunitas Onthel Bahagia Gorontalo), di antaranya Om Haris Bersama Isteri, Om Eby bersama Isteri, Om Sutarjo Paputungan dan beberapa sahabat Om Jemi untuk menikmati kopi Asli Dulamayo, yang tumbuh liar di kebun masyarakat kawasan hutan, pinggir sungai, tebing maupun lembah telaga puncak Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (**)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button