Masyarakat Diimbau Sebaiknya Membeli LPG Langsung di Pangkalan
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu mengimbau masyarakat untuk membeli LPG langsung di pangkalan yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu. Hal ini disampaikan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kotamobagu Sitti Rafiqah Bora, usai menggelar pertemuan dengan PT Pertamina di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).
“Sebaiknya masyarakat, terutama rumah tangga pengguna gas LPG 3 kilogram membeli langsung ke pangkalan. Agar memperoleh harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah,” imbau Rafiqah.
Menurutnya, saat ini Pertamina memiliki tiga agen dan 298 pangkalan yang menjadi penyalur resmi gas LPG di Kota Kotamobagu. Jika diperhatikan, Jumlah pasokan ke pangkalan ini sebenarnya mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat Kota Kotamobagu.
“Apalagi saat Ramadhan, pihak Pertamina menambah pasokan LPG sebanyak 20 persen atau sekitar 30 ribu dari pasokan reguler. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan,” ucap Rafiqah.
Sementara, pihak Pertamina melalui Sales Branch Manager Rayon III Sulawesi Utara dan Gorontalo (SuluGo) Sandi Saryanto mengungkapkan, untuk distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Kota Kotamobagu ditangani oleh SPBE Mulia Bakti, dengan jarak sekitar 2 kilometer, dan selama ini tidak terdapat kendala penyaluran dalam bentuk apapun. Penyaluran berjalan dengan lancar dan seluruh LO milik Agen di Kota Kotamobagu tersalurkan dengan lancar.
“Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi adalah Rp18.000. Tidak ada indikasi pangkalan menjual harga di atas HET,” ujarnya.
Dari hasil survei dan pemantauan pihak Pertamina secara acak, terhadap beberapa pangkalan, pada Selasa (4/5/2021), semua berjalan sesuai mekanisme, dan semua pengkalan masih tersedia LPG 3 kilogram untuk dibeli masyarakat.
“Dari pantauan kami, di pangkalan tersedia LPG untuk dibeli masyarakat. Tidak ada kelangkaan,” ucapnya.
Adapun suplai elpiji oleh SPBE dilaksanakan 3 kali setiap minggu sesuai jadwal. Selain gas elpiji subsidi 3 kilogram untuk masyarakat miskin, juga tersedia gas LPG non subsidi (Bright Gas).
“Pertamina juga menyediakan gas non subsidi. Olehnya, kami mengimbau kepada ASN/TNI/Polri serta masyarakat mampu untuk dapat menggunakannya. Agar LPG 3 kilogram subsidi tepat sasaran,” pungkas Sandi.
(*/Gnm)



