Diduga Ancam Satgas Covid-19 dengan Parang, Dua Warga Kecamatan Palbar Dipolisikan

0
1204
Diduga Ancam Satgas Covid-19 dengan Parang, Dua Warga Kecamatan Palbar Dipolisikan
Satgas Covid-19 saat melakkan penjagaan

BOLMORA.COM, HUKRIM – Dua warga Kecamatan Paleleh Barat (Palbar) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), terpaksa dilaporkan petugas Satgas Covid-19 setempat ke pihak Kepolisian Sektor Polsek Paleleh, lantaran diduga melakukan pengancaman, dengan menggunakan parang. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Desa Hulubalang, Kecamatan Palbar, Sahlan Abdul Ali, kepada Bolmora.Com, via WhatsApp, Sabtu (16/05/20) sore.

Menurutnya, kedua orang yang dipolisikan itu merupakan warga Desa Timbulon dan Desa Lintidu, Kecamatan Palbar.

Sahlan menuturkan, sejak diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh wilayah Kabupaten Buol, Pemerintah Desa Hulubalang membuat portal di perbatasan desa. Saat itu, kedua warga tersebut akan memasuki desa Hulubalang, namun mereka dicegat oleh petugas Satgas Covid-19. Rupanya, keduanya keberatan dan mempertanyakan protokol pemasangan portal yang dinilai mempersulit, serta menghalangi perjalanan mereka. Peristiwa terjadi pada tanggal 14 Mei lalu.

“Yang bersangkutan tidak terima karena selama ini tidak ada yang memasang portal. Ada salah satu Satgas mencoba mendekati sambil bertanya, apakah di desa mereka belum ada sosialisasi PSBB, dan yang bersangkutan menjawab belum ada,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, satu dari dua warga yang dipolisikan itu sempat adu mulut dan mengancam petugas dengan parang, saat ditanyakan keberadaan senjata tajam.

“Karena bawa parang, makanya petugas Satgas tanya kenapa ini bawa bawa parang. Nah, di situlah terjadi perdebatan bahkan makian, sampai pengancaman. Satgas tidak terima, maka kami laporkan ke Polsek. Alhamdulillah sudah diproses,” ungkap Sahlan.

Dikatakan, pemasangan portal oleh Pemerintah Desa Hulubalang dilakukan semenjak PSBB diberlakukan oleh Pemkab Buol. Itu berdasarkan instruksi Bupati Buol Nomor: 180/05.01/BAG.HK/2020, tentang pelaksanaan PSBB di Kelurahan dan Desa. Pada diktum kesatu, memerintahkan kepada camat wajib memfasilitasi, mendorong pembuatan cek poin/tempat pemeriksaan/portal di setiap desa/kelurahan, terhadap jalan yang menjadi kewenangan Pemkab dan Pemdes.

“Semenjak PSBB diberlakukan di Kabupaten Buol, maka kami membuat portal di jalan poros trans Sulawesi, dengan membatasi setiap orang masuk di desa. Karena, sesuai Protokol Perbup PSBB,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Paleleh Ipda Hendrik, membenarkan adanya dua warga yang dilaporkan Pemdes Hulubalang, karena ditenggarai melanggar ketentuan aturan PSBB.

“Iya benar, dan masih dalam proses penanganan. Bukan Molangato, tapi warga Timbulon, yang buat kasus di Desa hulubalang,” sebut Kapolsek.

(Syarif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here