Nasional

Cerita Nelayan Negeri Lama yang Belum Tersentuh Bansos Dampak Pandemi Covid-19

BOLMORA.COM, BUOL — Meski usianya tidak muda lagi, tidak membuat sosok Husain Dubais (48) menjadi seorang yang pemalas. Walau hanya bermodalkan perahu kecil, setiap hari Ia berlayar di lautan lepas untuk mencari ikan.

Dari hasil tangkapan ikannya dia bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari.

Kehidupannya sebagai seorang nelayan memang menjadi profesinya sejak Ia masih remaja. Semenjak itu, laut pun menjadi sandaran dan sumber kehidupannya.

Sayangnya, belakangan ini Ia tidak bisa lagi melaut, karena satu-satunya perahu yang dimilikinya kini sudah rusak berat akibat dimakan usia.

“Sekitar dua tahun yang lalu saya pernah memiliki perahu sendiri dan itulah satu-satunya modal yang saya gunakan untuk melaut selama ini. Namun karena kondisi perahu sudah rusak, terpaksa saya harus meminjam perahu milik nelayan lain, dengan catatan saya harus berbagi hasil dengan pemilik perahu, ” tutur Husain menceritakan kisahnya kepada BOLMORA.COM. Rabu 13 Mei 2020. 

Husain adalah warga semenanjung Desa Negeri Lama, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Disana Ia tinggal bersama istri dan 9 anaknya di rumah papan berukuran 3×5 meter persegi yang sangat sederhana.

Menurut pengalamannya selama melaut, tidak setiap harinya Ia bisa mendapat hasil bagus, selalu ada pasang surut, kadang ada hasil, dan kadang tidak sama sekali.

“Kadang dapat ikan, namun sering juga tidak dapat sama sekali, ” ujar Husain sambil menghela nafas panjang.

Situasi sulit sepertinya sudah menjadi teman dalam kehidupan Husain, meski demikian dia tidak pernah patah hati, bahkan selalu tegar dan bersyukur atas nikmat tuhan yang Allah S.W.T berikan.

Ditengah kisahnya, Husain sempat menceritakan harapan-harapan yang pernah dijanjikan oleh pemerintah setempat. 

“Waktu itu, saya pernah didata sebagai warga prasejahtera. Bahkan dijanjikan bantuan perahu, dan bantuan lainnya, namun hingga saat ini bantuan tak pernah kunjung datang kerumahnya, ” beber Husain.

Lanjutnya mengatakan, “Kami pernah masuk dalam program bedah rumah. Petugas dari Dinas Sosial datang mengambil dokumentasi foto rumah dan menanyakan kondisi kami, tapi kenyataannya hanya berujung janji manis belaka, ” ucap Husain sambil tersenyum hambar. 

Pengakuan Husain menjadi sangat kontras dengan situasi pemberlakuan PSBB di Kabupaten Buol. Dimana pemerintah tengah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona.

“Memang pihak aparat desa sudah melakukan pendataan, semoga saja dalam waktu dekat ini bantuan sosial bisa sampai kepada kami yang termasuk warga kurang mampu di desa ini, ” harapnya.

Untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarganya, Husain pun banting setir sementara menjadi pengumpul batang lidi bersama temannya.

“Terpaksa saya harus ikut teman, karena teman yang mengajak dapat orderan lidi dalam jumlah banyak. Alhamdulillah ikut dia dalam waktu dua minggu, saya bisa dapat hasil 200 sampai 300 ribu, ” tuturnya lagi.

Dia pun berharap suatu saat nanti bisa kembali melaut dan memiliki perahu sendiri, tanpa harus meminjam barang milik orang lain. 

“Cita-cita saya tidak muluk-muluk, bisa dikasih bantuan perahu saja saya sudah bersyukur, karena nelayan adalah profesi saya sejak kecil. Saya ingin mencukupi kebutuhan anak-anak saya, dan kebetulan tiga anak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, tapi keadaan ekonomi kami lagi sulit, ditambah adanya pandemi ini, ” tutup Husain.

(Irfan)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button