Hukrim & Peristiwa

Seriusi Kasus Penganiayaan, Kapolres Kotamobagu Pimpin Penertiban dan Olah TKP di Lokasi PETI Potolo

BOLMORA.COM, HUKRIM — Kasus penganiayaan yang terjadi di lokasi tambang Emas Tanpa Izin (PETI), pegunungan Potolo, Kabupaten Bolmong mendapat perhatian serius dari Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati, SIK.

Bersama jajarannya Kapolres Kotamobagu langsung melakukan olah TKP sekaligus melakukan penertiban lokasi PETI Potolo yang ada di wilayah Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan.

“Penertiban PETI ini kami laksanakan sebagai tindak lanjut untuk menertibkan aktivitas pertambangan yang masih kucing-kucingan dengan petugas, sekaligus olah TKP kasus penganiayaan dengan penembakan senjata angin oleh sesama penambang, ” ujar AKBP Prasetya. Jumat (8/5) kemarin.

Kapolres menegaskan, bahwa terkait kasus yang melibatkan sesama oknum pelaku PETI ini akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kepada para pelaku akan terus kami buru dan akan kami proses hukum yang berlaku agar bisa memberikan rasa keadilan kepada kedua belah pihak,” ungkap kapolres.

Saat berada di lokasi, Kapolres Kotamobagu juga mendapati beberapa penambang yang sedang bekerja. Para penambang ini pun langsung dihimbau agar segera mengosongkan lokasi untuk dilakukan olah TKP.

Ia juga memerintahkan jajarannya agar memasang police line, dan membongkar tenda-tenda penambang, serta menyita beberapa genset, perlengkapan tambang, serta kabel dan alat listrik, terpal hingga tempat tidur para penambang.

“Semua aktivitas pertambangan di pegunungan Potolo Desa Tanoyan Selatan adalah Ilegal dan akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu. Salah satu pengusaha dari Manado SW Alias Sten bahkan sudah jadi tersangka,” tegas kapolres.  

(*/Nisar)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button