Gagal Terpilih di Pileg, Caleg Ini Banting Setir Jadi Pedagang Pakaian Dalam di Senggol
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Pemilihan Umum pada 17 April 2019 lalu membuat para calon anggota legislatif (caleg) senang maupun sedih. Mereka yang senang adalah para caleg terpilih dan tentunya yang sedih adalah para caleg gagal.
Tapi, tidak semuanya para caleg yang gagal terus bersedih dengan hasil yang didapatkannya. Salah satunya adalah Isnari Midu, caleg dari Partai Nasdem dari Dapil lll Kotamobagu Barat. Pria asal Lorong Talaga Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat ini langsung membuka lapak untuk berjualan di Pasar Senggol.
“Saya tidak terpilih di Pileg berarti rejeki saya tidak disitu, rejeki saya Insya Allah ada di Pasar Senggol ini,” ungkap Is
Sambil tertawa Isnari Midu menceritakan bahwasanya dirinya adalah pedagang tetap di Pasar Senggol.
“Setiap tahun saya bersama keluarga selalu membuka lapak di Pasar Senggol, baik waktu masih di Gogagoman maupun Pasar Senggol di Poyowa Kecil. Latar belakang saya merupakan pedagang, bukan nanti kali ini turun berjualan,” terangnya.
Menurutnya, pemilihan jenis dagangan di Pasar Senggol memang sangat berpengaruh untuk pendapatan.
“Kenapa saya memilih berjualan pakaian dalam, itu memang pilihan. Persaingan di pakaian dalam kurang, tidak seperti pakaian-pakaian pada umumnya seperti kaos, celana, kemeja dan lain sebagainya,” ujar pria yang mempunyai tiga orang anak dan 1 cucu ini.
Sebagaimana diketahui, Pasar Senggol yang berlokasi di bekar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang Kotamobagu, sudah dibuka secara resmi oleh Pemerintah kota (Pemkot) Kotamobagu, Selasa (28/5/2019), sore tadi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Herman Aray selaku penanggung jawab lokasi mengatakan, Pasar Senggol dibuat agar masyarakat dapat dimudahkan untuk berbelanja pakaian menjelang Idul Fitri.
“Seluruhnya ada 672 lapak dan melibatkan 561 pedagang yang terdiri dari pedagang pakaian 474 orang, sendal dan sepatu 50 orang, aksesoris 65 orang dan jam tangan 12 orang,” ujar Aray. (me2t)



