Kejangalan Laporan Pertanggung Jawaban Bumdes Tapa Aog

0
490
Kejangalan Laporan Pertanggung Jawaban Bumdes Tapa Aog
Gambar istimewa tujuan pemberian bantuan BUMDes

Oleh: FITRA DATUNDUGON

TERKAIT dengan Laporan pertanggung jawaban kepada Pemerintah dan Masyarakat  dalam hal ini penggunaan anggaran (Modal Bumdes) serta Keuntungan dari BUMdes di Tahun 2018 kemarin. Ada yang menganjal dari jawaban Ketua bumdes. Pasalnya, dari informasi awal yang kami peroleh. Laporan Pertanngun jawaban tersebut, Sempat beberapa kali ditunda hal itu disebapkan karena berkas asli dari Laporan Pertanggung jawaban tersebut di katanya, masih diperiksa oleh Istansi terkait yakni Pihak inpektorat. Serta dokumen aslinya dibawah oleh pihak istanti tersebut.

Dan anehnya, beberapa pekan kemarin pihak Bumdes sempat melalukan pertanggung jawaban tapi hanya sebatas penggurus Pemerintah, yang saya ketahui tidak melibatkan Masyarakat, dan Pemuda.

Terus laporan yang disampaikan oleh ketua tersebut katanya, itu hanya sebatas Rangkuman nya saja, karena domuken yang aslinya masih dibawa oleh pihak Istansi terkait.

Yang lebih anehnya lagi, dari hasil perbincangan dengan salah satu penggurus bumdes. Ketua Bumdes menyusun Laporan pertanggung jawaban tersebut tapi tidak melibatkan bendahara Bumdes.

Dan pada akirnya, dalam melakukan laporan pertanggung jawaban yang hanya rangkumannya tersebut, diketahui sempat ricuh, karena ada perselisihan anggaran yang diduga tidak sesuai dengan pembukuan yang ada pada bendahara bumdes.

Sementara itu kami mencoba menghubungi Pihak terkait yakni. Kepala Inspektorat melalui pesan WhatsApp, untuk memastikan apakah memang benar dokumen yang berisi catatan keuangan Bumdes itu dibawah oleh pihak terkait.

Alhasil, dalam Standar Operasional Prosedur yang dilakukan oleh pihak inspektorat tersebut hanya memeriksa dokumen itu dirumah pemerintah setempat dan tidak membawa dokumen tersebut.

“Nanti kita kroscek  ke tim dulu, tapi yg setau kita SOP nya torang cuma priksa dan dokumen diperlihatkan ditempat (kantor desa/rumah sangadi) setelah selesai pemeriksaan dokumen tidak dibawa ke kantor inspektorat,” ujar Kepala Inspektorat.

Tak hanya itu, pihaknya mengatakan, jika dari semua desa di bolmong akan dibawa dokumenya itu pastinya bakal repot. 

“Bayangkan jo kalo 200 desa pe dokumen kong kita bawa ka kantor inspektorat,” kata dia.

Menurut saya selaku pemuda dalam desa, meminta kepada inspektorat untuk kembali melakukan audit di bumdes tersebut. Karena kami menduga ada yang tidak beres dalam laporan yang disampaikan kemarin. Apalagi bendahara tidak dilibatkan ini kan aneh. Dan sangat tidak wajar.

Kemudian kami juga meminta kepada ketua Bumdes agar jangan membodohi masyarakat terlebih kami sebagai pemuda didesa, jangan dibohongi, seharusnya dia itu harus memberikan informasi yang baik, karena dia panutan juga didesa. NaH, Jika seperti ini kan masyarakat tidak lagi percaya.(**)

Penulis Adalah Warga Desa Tapa Aog, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here