Jelang Bulan Ramadhan, Harga Daging Ayam Naik
BOLMORA.COM, EKONOMI BISNIS – Permintaan daging ayam di pasaran terus melonjak. Hal tersebut pengakuan pedagang di pasar Serasi permintaan daging ayam naik 60 persen dari hari biasanya, permintaan akan terus meningkat hingga H-1 Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu pedagang Daging Ayam Yuriko Kilatam mengaku, permintaan daging ayam naik tajam. Jika sebelumnya per ekor Rp 50 ribu, saat ini melonjak hingga Rp 65 ribu per ekor.
“Naiknya harga daging ayam Rp 65 ribu per ekor, dari sebelumnya Rp 50 ribu pada pekan lalu,”ungkapnya.
Dia menerangkan, soal harga daging ayam kemungkinan akan bertahan hingga lebaran. Pasalnya, harga sudah naik dari saat ini.
“Apalagi naik daging ayam ini bukan hanya daging ayam yang broiler, namun pada harga daging ayam petelur juga naik, dengan harga yang sama,” terang Kilatam.
Meskipun sejumlah bahan pokok telah mengalami kenaikan menjelang beberapa hari bulan ramadhan 1440 H, namun untuk harga daging sapi terpantau masih stabil.
“Harga daging sapi perkilonya Rp 120 ribu. Harga tersebut bertahan sejak satu bulan yang lalu. Biasanya harga daging sapi itu naik dipertengahan ramadhan. Itupun naik hanya Rp 10 ribu. Jadi dari harga biasanya Rp 120 perkilo jadi Rp 130 perkilo,” ujar pedagang daging Sapi Hasnawati Yusuf (42).
Ditanya soal kualitas daging, Yusuf menuturkan, daging yang dijual di tempatnya dijamin aman.
“Kalau sapi sehat, maka akan dipotong. Kalau tidak sehat, maka tidak dipotong. Kalaupun, setelah dipotong ditemukan ada cacing hati, maka daging sapi tersebut tidak dijual,” akunya.
Ia juga menambahkan, jelang di hari biasa omset yang Ia capai bisa Rp 1 juta rupiah. Itu pun belum bersih.
“Sedangkan mendekati ramadhan omset bisa sampai sekira Rp 3 juta. Itu kalau menjalang lebaran. Ini karena, sejak masuk dua hari lebaran, kita potong sapi bisa mencapai 10 ekor sapi yang di potong dalam satu hari. Dengan perbantuan 5 orang pekerja,” kata Yusuf yang sudah 30 tahun menjual daging sapi di pasar Serasi.
Terpisah Kepala DisperdagkopUKM Herman Aray mengaku, pihaknya bakal terus mengawasi kenaikan harga bahan pokok.
“Kami siap mengawal harga bahan pokok. Termasuk bapok. Kenaikan harga daging itu memang sudah dari tahun ke tahun pasti ada kenaikan, apalagi di jelang hari-hari besar. Namun, kami akan terus pantau harganya,” imbuhnya.
(me2t)



