Boltim

Dinilai Tak Bertahan Lama, Proyek Tanggul di Desa Bongkudai Tuai Sorotan

BOLMORA, BOLTIM – Proyek pekerjaan perkuatan tanggul dan pengerukan untuk banjir di sungai Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menui sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan yang dibiayai dangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP) berbanrol Rp1.790.300.000 tersebut, dinilai tidak efektif dan tidak akan bertahan lama.

“Kalau dilihat dari hasil pekerjaan, ini tidak akan bertahan lama. Lihat saja, material yang digunakan tidak sesuai spek. Harusnya di bagian bawah menggunakan batu yang yang besar, tapi ini kebanyakan menggunakan batu kecil, sehingga jika datang arus deras akan mudah hanyut,” ujar warga di sekitar tanggul yang meminta namanya untuk tidak dipublis, saat ditemui di lokasi, pekan lalu.

Parahnya lagi saat pengerjaan, material berupa pasir yang digunakan hanya menggunakan pasir berkualitas jelek, sehingga mudah tergerus dengan arus sungai.

“Diapstikan proyek ini tidak akan bertahan lama. Sekarang saja sudah banyak bebatuan yanng digunakan sudah hanyut. Ini hanya merugikan uang negara miliaran rupiah,” cetus warga lagi.

Hasil investigasi yang dilakukan awak media belum lama ini, terdapat beberapa titik tanggul sudah mulai terbawa arus air. Pun pondasi di bagian bawah resapan air tidak sesuai RAB. Parahnya lagi, proyek yang dikerjakan oleh CV Madelim itu sudah di PHO.  Padahal, menurut warga pekerjaannya belum selesai.

Selain itu, proyek dengan Nomor Kontrak 013-04/B.06/BPND/KONT-SD/II/2018,  tertanggal 28 Februari 2018 tersebut, ternyata sudah dikerjakan sebelum tanggal kontrak kerja.

“Pekerjaan sudah dimulai sejak tanggal 13 Februari, padahal tanggal kontraknya tertanggal 28 Februari. Inikan namanya manipulasi waktu pekerjaan. Sudah begitu, hasilnya tidak sesuai,” cetus warga lainnya.

Wargapun meminta pihak terkait untuk segera turun memerikas hasil pekerjaan yang memakan waktu 60 hari kaender itu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Boltim Elvis Siagian, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana terkait beberapa bagian yang sudah mulai tergerus air sungai.

“Memang, saat pengerjaan proyek sering turun hujan, sehingga beberapa bagian sudah terbawa oleh air sungai. Makanya kami langsung berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk segera melakukan pembenahan, karena itu ada dana pemeliharaan. Dan itu merupakan tanggung jawab pihak kontraktor,” ujar Elvis.

Dia menyebutkan, dana yang dipakai untuk proyek tanggul tersebut adalah dana yang berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB melalui proposal yang diajukan.

“Kami dari BPBD sudah menyarakan kepada pihak kontraktor agar membuat gulingan supaya dapat menahan pasir jika nanti datang arus deras,” ungkapnya.

Menurut Elvis, pihaknya selalu melakukan monitor terhadap pekerjaan tanggul itu. Sebab, dengan kondisi cuaca yang setiap saat dapat menimbulkan banjir seperti sekarang ini, pastinya  ada pekerjaan yang tidak maksimal.

“Intinya kami selalu melakukan pemantauan di lapangan. Dan semua kekurangan telah disampaikan agar segera dibenahi agar pemanfaatan tanggul tersebut akan bertahan lama. Kami juga telah menyampaikan ke masyarakat supaya bersabar, karena jika ada kekurangan dalam volume pekerjaan pasti akan diperbaiki, dengan dana pemeliharaan oleh pihak kontraktor,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak kontraktor CV Madelim, melaui pengawas yang diketahui bernama Angky, saat dikonfirmasi terkait pemeliharaan proyek tersebut tidak masih belum dapat dihubungi. Saat dihubungi via seluler melaui nomor 08135423xxxx, meski dalam keadaan aktif namun tidak diangkat.(gnm)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button