Salahgunakan Listrik, RSUD Kotamobagu Didenda Rp430 Juta
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kotamobagu mendapati indikasi pelanggaran penyalahgunaan listrik di beberapa ruangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, saat melakukan pemeriksaan beberapa waktu lalu.
“Petugas kami mendapatkan banyak pelanggaran penyalahgunaan listrik. Di antarannya, ada ruangan yang tidak menggunakan mete, hanya menggunakan pembatas untuk mengantisipasi jika terjadi hubungan arus pendek (korslet), contohnya di ruangan VIP. Hal itu jelas-jelas tidak dibenarkan, karena aliran listrik tidak terukur dan pasti tidak dibayar,” ungkap Asisten menejer Transaksi Energi PLN Cabang Kotamobagu Ade Rahmat, kepada awak media.
Menurutnya, petugas PLN turun ke RSUD sudah berdasarkan Standar Operational Prosedure (SOP). Jadi pemeriksaan tersebut merupakan hal yang biasa.
“Hasil pemeriksaan ada 14 ruangan yang terindikasi melakukan pelanggaran. Ada yang ringan, berupa pengantian MCB dari ampere yang kami pasang ke ampere yang lebih besar. Gunanya agar pembatas tidak jatuh, contohnya di IGD. Sedangkan pelanggaran berat yaitu tidak adanya meter di beberapa ruangan, seperti di VIP. Untuk semua pelanggaran itu, denda yang harus dibayar pihak RSUD adalah sebesar Rp430 Juta. Saat ini kami masih menunggu itikad baik dari pihak rumah sakit,” jelas Ade.
Di lain pihak, Dirut RSUD Kotamobagu dr. Wahdania Mantang, melalui bagian Humas Gunawan Ijom mengatakan, pihaknya kaget mengetahui adanya pelanggaran tersebut.
“Kami tidak tahu tentang hal itu. Memang beberapa waktu lalu ada beberapa petugas PLN yang datang kemari untuk memeriksa jaringan dengan ditemani tenaga teknis kami. Hal ini akan kami sampaikan ke pimpinan dan akan diteruskan ke Pemkot Kotamobagu,” ujar Gunawan.
Kepala Bidang Aset BPKD Pemkot Kotamobagu Sugiarto Yunus, saat bersua dengan awak media BOLMORA.COM tidak memungkiri adanya pelanggaran oleh pihak RSUD tersebut.
“Kami juga sudah ke PLN dan melihat data tersebut. Rupanya memang ada dugaan pelanggaran. Untuk langkah selanjutnya akan kami bicarakan dengan pimpinan terlebih dahulu,” pungkasnya.(me2t)



