Internasional

Kapal Perang Amerika Memasuki Laut China, Situasi Memanas

Kapal Perang Amerika Memasuki Laut China, Situasi Memanas

Bolmora – Internasional

Pemerintah China mengaku geram dengan sikap United States of America (USA) yang kembali mengirimkan kapal perang untuk melakukan patroli di kawasan Laut China Selatan. Negeri Tirai Bambu itu menyebut kebijakan USA itu sebagai sebuah langkah yang akan merusak stabilitas di kawasan tersebut.

China mengirimkan dua jet tempur dan tiga kapal perang sebagai respons untuk membayangi dan mengusir kapal patroli,” kata Kementrian Pertahanan USA.

Kata Kolonel Yang Yujen, juru bicara Kementerian Pertahanan China, yang dilakukan USA di perairan kepulauan Nansha (nama Kepulauan Spratly dalam bahasa China)  merupakan “provokasi serius”.

“Kapal USA secara ilegal memasuki perairan tanpa seizin China dan bahwa langkah itu mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, seperti dilansir Reuters pada Selasa (10/5).

Seperti dikabarkan sebelumnya, kapal perang USA kembali berlayar di dekat pulau sengketa di Laut China Selatan. AS tetap nekat melakukan manuver di dekat pulau sengketa meski sudah diperingatkan secara keras oleh China.

Kapal perusak USA yang dipersenjatai misil berpemandu laser, USS William P Lawrence, berlayar di dalam jarak 12 mil laut (22 kilometer) dari karang Fiery Cross Reef di gugusan Kepulauan Spratly yang diklaim China, Rabu (11/5/2016).

Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan USA, Bill Urban, mengatakan, klaim berlebihan China terhadap wilayah perairan Laut China Selatan tidak sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Hukum Laut. Urban mengatakan, USA dan semua negara di sekitar wilayah itu memiliki hak yang sama untuk berlatih di kawasan tersebut.

Di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut, jarak 12 mil laut adalah jarak maksimal yang boleh dikuasai sebuah negara dari pesisir terluarnya.
Fasilitas di Kepulauan Fiery Cross Reef termasuk landasan pacu raksasa sepanjang 3.000 meter (10.000 kaki)  yang sudah selesai dibangun pada Januari, dan kini tengah digunakan untuk uji coba, telah membuat USA khawatir bahwa China akan menggunakannya untuk menekan klaim teritorial yang luas dengan mengorbankan negara pesaing yang lemah.

Laut China Selatan yang merupakan kawasan strategis dan kaya memang menjadi rebutan sejumlah negara. Selain China, Brunei, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan Filipina juga mengklaim sebagian wilayah laut tersebut.(Icu/Ady)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button