Hasil Panen Durian Monthong di Bukaka Ini Capai Puluhan Juta Rupiah
BOLMORA.COM , BOLTIM – Buah Durian merupakan salah satu buah yang sangat populer dan paling dicari oleh masyarakat, apalagi jenis Durian Monthong.
Durian Monthong lebih dikenal sebagai durian khas Thailand, padahal Durian ini aslinya dari Indonesia, diambil dari induk Durian Sukun yang lokasinya ada di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sendiri, jenis Durian Monthong sudah banyak ditanam oleh para petani, bahkan sudah ada yang berusia diatas 10 tahun.
Seperti di kebun yang dikelola oleh Rudin Modeong atau yang akrab dipanggil Papa Sar, warga Buyat Kecamatan Kotabunan, namun menjaga Perkebunan Durian milik seorang pengusaha asal Jawa namun sudah meninggal dunia.
Kebun Durian yang berlokasi di jalan menuju Air Terjun Garini Desa Bukaka ini, memiliki Durian Monthong sebanyak 18 pohon yang sudah berusia 15 tahun.
Saat media ini mengunjungi lokasi tersebut, Durian Monthong Papa Sar bisa menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta rupiah, namun pada akhir bulan Ramadhan ini, sudah masuk masa ujung panen.
“Durian ini kami jual perkilo, dengan harga Rp 50.000. 1 buah Durian Monthong yang sudah masak paling kurang beratnya 2 kg bahkan ada yang bisa mencapai 8 kg,” Ungkap Papa Sar.
Dirinya menerangkan, buah Durian Monthong ini tidak sekaligus di panen, namun dilakukan secara bertahap.
“Panen kali ini ada tiga tahap dan sekarang ini merupakan panen tahap terakhir. Untuk penjualannya pun kami tidak perlu mencari pembeli, karena setiap hari pasti banyak warga yang datang untuk membelinya,” Terang Papa Sar.
Namun Papa Sar mengungkapkan, panen tahun ini banyak Durian yang rusak dan jatuh sebelum masak.
“Mungkin pengaruh cuaca yang banyak hujan, jadi banyak Durian yang rusak. Rasanya hambar dan daging buahnya berwarna putih, tidak seperti Durian yang masak normal berwarna kuning. Jika dihitung, yang rusak mencapai ratusan buah. Namun ini tidak perlu disesalkan, karena semuanya merupakan rejeki dari Allah SWT,” Ungkapnya.
Dirinya berharap, pada musim Durian berikutnya bisa lebih banyak lagi buahnya.
“Insya Allah musim berikut bisa kembali normal,” Harap Papa Sar.
(RG)



