Warga Boltim Mulai Kesulitan Mendapat Gas Melon 3 Kilogram, Pangkalan Mengaku Pasokan Berkurang

BOLMORA.COM, BOLTIM — Sejumlah warga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mengaku mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji melon ukuran tiga kilogram.
Kelangkaan ini membuat para warga pengguna gas elpiji melon semakin khawatir, khususnya para ibu-ibu rumah tangga. Menurut warga, sudah sepekan ini mereka kesulitan mendapat gas elpiji tiga kilogram.
“Sejak memasuki bulan suci Ramadhan, kami kesulitan mendapat gas elpiji 3 Kilo. Kalaupun ada harganya tidak sesuai Harga Eceran Tetap (HET), “ kata warga kepada sejumlah awak media, Selasa (29/4) kemarin.
Informasi yang diperoleh, sejumlah Pangkalan Gas Elpiji Melon 3 Kilo di Boltim mengaku, kelangkaan elpiji terjadi dikarenakan pasokan dari pihak agen PT Mangimbali berkurang.
“Biasanya jatah elpiji tiga kilogram dua kali masuk dalam seminggu, sekarang tinggal satu kali seminggu,“ kata beberapa pemilik pangkalan.
PT Mangimbali ketika dikonfirmasi melalui Aprilcilia Maria Sumilat selaku agen elpiji mengatakan bahwa, memang jatah pangkalan di Boltim satu minggu hanya satu kali, tidak lebih. Kalau pun dua kali dalam seminggu, itu karena pangkalan lain tidak ada penyaluran dan dialihkan ke pangkalan lainnya.
“Yang jelas penyaluran elpiji untuk pangkalan di Boltim masih normal, namun untuk mengatasi kebutuhan masyarakat kami dari agen menunggu alokasi pasokan ekstra dari pertamina, “ jelas Aprilcilia.
Sementara Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Boltim, Hasman Bahansubu mengatakan, untuk mengatasi kebutuhan masyarakat di bulan ramadhan mereka sudah menyurat ke pertamina agar menambah jatah elpiji untuk pangkalan di Boltim
“Kami sudah surati PT Pertamina untuk kebutuhan bulan ramadhan, dan dikaitkan dengan adanya pencegahan penyebaran virus corona,” tutup Hasman.
(Ayax Vay).



