Pemda Boltim Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Kirisis Ekomomi Pandemi Covid-19
BOLMORA.COM, BOLTIM – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, S.H, besama jajaran pemerinah daerah (Pemda), mulai menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 atau virus corona.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh bupati tersebut, terlebih dahulu dimulai dari Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Boltim, Rabu (22/4/2020).

Selanjutnya pada Kamis (23/4/2020), penyerahkan bantuan akan dilaksanakan di 15 desa yang ada di Kecamatan Kotabunan, dilanjutkan penyaluran di 7 Kecamatan se-Kabupaten Boltim.
Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan bantuan yang diserahkan di Kecamatan Kotabunan Selatan berupa paket sembako. Antara lain sebanyak, 4.465 kilogram bersa, gula pasir 256 kilogram, minyak goreng 256 kilogram, dan 2.168 ikan kaleng, yang diperuntukan kepada 885 jiwa, terdiri dari 256 kepala keluarga (KK).
“Bantuan ini saya gulirkan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat. Kita bagikan sembako. Jumlah berasnya 4.465 kilogram. Sengaja saya peruntukan untuk warga agar dapat meringankan beban di tengah krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19. Apalagi kita akan masuk pada awal bulan suci Ramadhan,” jelas Eyang, sapaan akrab bupati.

Dijelaskan, bagi warga yang sudah menerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp600 ribu, sudah tidak lagi menerima sembako. Berbeda dengan program keluarga harapan (PKH) yang menerima Rp100.000, masih akan mendapat sembako tambahan agar nilainya bisa seimbang.
Yang mendapat BLT sudah tidak lagi menerima sembako. Karena, sembako itu dari dana alokasi khusus (DAU) langsung dari pemerintah daerah. Kemudian untuk PKH masih mendapatkan sebagian sembako. Karena, dana PKH untuk warga hanya Rp100.000. Sehingga, kita tambah lagi beras, minyak dan gula. Agar supaya nilainya tidak terlalu jauh dari penerima BLT yang sudah dapat Rp600 ribu. terangnya.

Sementara, untuk yang tidak menerima BLT dan PKH akan mendapat bantuan sembako sesuai variasi kebutuhan.
“ Yang tidak mendapat BLT dan PKH kita beri beras premium. Untuk 2 orang kita beri 15 kilogram, 3-4 orang dapat 20 kilogram, 5-6 orang 25 kilogram, 7-8 orang 30 kilogram, 9-10 orang 35 kilogram, dan 10-11 dapat 40 kilogram. Kita siapkan tahap pertama 300 ton. Total seluruhnya yang akan disalurkan selama tiga bulan untuk beras premium sebanyak 900 ton,” papar bupati dua periode ini.
Dia juga meminta masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar tidak khawatir. Sebab bila nanti ada yang terlewat, Pemda akan mendata kembali dan akan diberikan bantuan.
“Saya minta agar tidak ada yang khawatir. Karena yang terlewatkan akan kembali didata untuk mendapatkan bantuan,” kuncinya.
(Advertorial/Ayax)



