Sehan Ladjar Berikan Kuliah Umum kepada Para Kades dan Mahasiswa UG
BOLMORA, GORONTALO – Sepak terjang dan kualitas Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, S.H., dalam memimpin daerah tidak hanya terkenal di Sulawesi Utara (Sulut), tapi kesuksesannya dalam membangun daerah yang baru dimekarkan tersebut, kabarnya telah sampai ke telinga seluruh pelosok nusantara. Hal ini tercermin lewat berbagai jabatan strategis yang diamanahkan kepada Bupati Boltim di tingkat nasional. Antara lain, posisinya sebagai Wakil Ketua Apkasi Indonesia yang di dalamnya terdapat ratusan para petinggi yang memegang jabatan strategis skala nasional.
Tidak hanya itu, terpilih secara kolektif dari 314 perwakilan calon daerah pemekaran, sebagai Ketua Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (Forkonas PP CDOB) Indonesia, seakan menambah pembuktian bahwa kecerdasan Bupati Boltim sudah diakui di Indonesia.
Berangkat dari hal ini, pihak civitas akademika Universitas Gorontalo (UG), untuk yang kesekian kalinya mengundang bupati dua periode ini untuk memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika dan mahasiswa UG, pada Sabtu (31/3).
Bertempat di gedung auditorium UG, Eyang sapaan akrab bupati tampil memukau dalam memberikan materi, yang intinya motivasi bagi para pendengarnya. Di mana kurang lebih 200 mahasiswa yang ikut dalam kuliah umum tersebut, mayoritas adalah para kepala desa (Kades) di Bone Bolango.
“Kepala desa merupakan mata, telinga dan lidahnya bupati. Sehingga, wajib baginya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan berkualitas. Apalagi, saat ini tugas dan tanggung jawabnya sangatlah berat. Sebab, harus mengelola Dana Desa (Dandes) yang begitu besar, sekaligus berhadapan langsung dengan rakyat yang memiliki tingkat dan pola fikir yang variatif,” ujar Eyang.
Ia menambahkan, selain SDM yang berkualitas, seorang Kades juga harus bekerja dengan hati. Hal ini disebabkan, tidak sedikit Kades yang salah dalam pengelolaam Dandes, dan telah diproses hukum oleh pihak berwajib.
“Tantangan terberat seorang pemimpin yang juga sekaligus menjadi otak dalam mengelola Dandaes, justru orang-orang terdekatnya. Terkadang, ketika seseorang sering terpengaruh oleh orang-orang terdekatnya, dan menjadi pemicu sekaligus menjerumuskannya ke tindakan korupsi,” urai bupati low profile ini.
Eyang berjanji, dalam waktu dekat akan berbicara langsung sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian Desa, untuk memperjuangkan kesejahteraan Kades, BPD dan jajarannya. Sebab, upah atau gaji yang diterima aparat desa saat ini dianggap tidak sebanding dengan tuntutan kerjanya, sehingga melahirkan niat untuk menambah penghasilan (korupsi) lewat Dandes.
“Target saya akan perjuangkan insentif kepala desa agar bisa sampai Rp8,8 juta per bulan. Begitupun dengan aparatnya, juga harus dinaikkan. Dengan demikian, pasti kebutuhan hidup mereka akan berkecukupan,” cetusnya. Eyang.
Tidak lupa, Eyang memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa yang hadir, tentang kiat-kiat kesuksesan. Diterangkannya, seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan di bangku kuliah tidak perlu memasang target untuk bisa cepat sukses. Sebab, terkadang orang yang hanya bermimpi untuk menjadi sukses akan terbuai dan berlarut-larut dalam impiannya tersebut.
“Intinya, kita bekerja dengan tekun, niat yang tulus dan hati yang bersih. Dengan demikian, kesuksesan akan datang dengan sendirinya, sesuai dengan usaha yang kita lakukan,” imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi kepada pihak UG yang telah memberikan ruang dan kesempatan baginya, untuk menjadi pemateri dalam kuliah umum tersebut.
“Saya berterima kasih kepada pihak UG. Semoga ke depan UG akan terus berkembang dan menjadi kampus yang lebih besar,” pungkas Eyang, yang dibarengi dengan aplaus dari para mahasiswa.
Terinformasi, kegiatam tersebut dipimpin langsung oleh Dewan Pembina UG Dr. Hi. Rustam Akili, S.H, M.H., Rektor UG Dr. Ibrahim Ahmad, S.H, M.H., Wakil Rektor II Dr. Dikson Junus, dan Dekan Fisip UG Nirmala Sahi, S.Sos, M.Si.(ayax vay)



