Teken MoU, Polimdo Ungkap Berkontribusi untuk Kota Manado, Dukungan Pemkot Diharapkan

BOLMORA.COM,SULUT – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melaksanakan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), Rabu (11/3/2026) di Auditorium Prof. Rudi Tenda Polimdo.
Penandatanganan MoU itu oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo,MBA dan Wali Kota, Andrei Angouw.
Dikesempatan itu, Direktur Alelo menyampaikan berbagai capaian, harapan, serta bentuk kontribusi yang telah dilakukan Polimdo bagi masyarakat dan pembangunan di Kota Manado.
Lanjut Alelo, Polimdo terus berupaya memberikan dampak positif bagi daerah, baik melalui penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, maupun inovasi teknologi yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
“Salah satu contoh nyata adalah kerjasama dengan pemerintah kelurahan setempat dalam pembangunan fasilitas jalan berupa paving block di sekitar wilayah Gereja Abraham, yang bertujuan memudahkan akses masyarakat di kawasan tersebut,” ucap Direktur.
Selain itu, mahasiswa dan dosen dari Jurusan Teknik Elektro juga turut berkontribusi dalam membantu pengembangan sistem peringatan dini bencana bersama dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Manado.
“Walaupun masih dalam tahap pengembangan, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah,” ujar Direktur Alelo.
Tak hanya itu tambah Alelo, kerjasama dengan Dinas Perempuan dan Anak juga menghasilkan inovasi berupa aplikasi pelaporan yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi dan pengaduan.
Meski dinilai sebagai langkah kecil, berbagai program tersebut memiliki arti penting bagi perkembangan institusi, khususnya dalam mendukung akreditasi serta peningkatan indikator kinerja utama kampus.
Oleh karena itu, diberharapkan dinas-dinas terkait dapat memberikan pengakuan resmi melalui berita acara atau dokumen kerja sama agar kontribusi tersebut dapat tercatat sebagai bagian dari kolaborasi nyata antara kampus dan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa hingga saat ini mahasiswa Politeknik Negeri Manado dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan kampus, serta berupaya menjaga suasana kondusif di lingkungan kota.
Kampus berusaha menyediakan berbagai fasilitas interaksi agar mahasiswa dapat mengekspresikan gagasan secara positif dan konstruktif.
Namun demikian, perkembangan jumlah mahasiswa yang meningkat pesat juga membawa tantangan baru. Dari sekitar ratusan mahasiswa di masa lalu, kini jumlah mahasiswa Politeknik Negeri Manado telah mendekati 5.000 orang.
Kondisi ini membuat fasilitas kampus, terutama area parkir dan lahan pengembangan, semakin terbatas.
Sementara Wali Kota Manado,Andrei Angouw juga disambutan menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi pengalaman dan pandangan kepada civitas akademika.
Walikota berharap kerja sama yang telah ditandatangani dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi, termasuk dalam mendukung peningkatan akreditasi kampus.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan sekadar memperoleh ijazah, melainkan membangun keterampilan dan wawasan yang kuat.
“Tujuan utama kuliah bukan hanya mendapatkan selembar kertas ijazah, tetapi memperoleh pengetahuan, wawasan, dan skill yang bisa digunakan untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk berkembang, sementara masyarakat juga harus memiliki etos kerja yang baik.
Ia menambahkan bahwa setiap daerah dan negara di dunia berlomba-lomba meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk mencapai hal tersebut, masyarakat harus sehat, berpendidikan, dan memiliki keterampilan yang mampu bersaing secara global.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Ia mengutip data yang menunjukkan bahwa puluhan ribu lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai bidang pekerjaan.
“Ke depan, orang yang mampu menggunakan teknologi akan lebih mampu bersaing dibandingkan mereka yang tidak memanfaatkannya,” katanya.
Selain berbicara mengenai pendidikan dan dunia kerja, Wali Kota juga menyinggung pentingnya keselamatan mahasiswa, khususnya dalam berkendara.
Ia mengimbau mahasiswa untuk lebih berhati-hati serta memanfaatkan transportasi umum yang disediakan pemerintah seperti Bus Trans Manado yang belum lama ini beroperasi.
Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pesan motivasi kepada mahasiswa agar terus meningkatkan keterampilan, disiplin, serta kesiapan menghadapi dunia kerja setelah lulus dari Politeknik Negeri Manado.
Melalui kerjasama ini diharapkan lahir lulusan-lulusan yang kompeten dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Manado maupun daerah lainnya. (Jane)
- YSM Sebut PT Conch Tidak Berkontribusi Terhadap Daerah
- Terima Insentif, Linmas Diminta dapat Memberikan Kontribusi Positif



