Bolmong

Kaya Akan Hasil Tambang, Ini Harapan Penambang di Bolaang Mongondow

BOLMORA.COM, BOLMONG – Kaya akan hasil bumi dan logam, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memiliki sumber daya mineral emas yang cukup melimpah. Tak heran jika masyarakat memilih profesi penambang sebagai pilihan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong Abdul Latif sendiri membenarkan hal tersebut. Menurutnya hingga saat ini Kabupaten Bolmong mempunyai banyak titik Wilayah Pertambangan. Namun dari sekian banyaknya titik tersebut, sayangnya yang mengantongi dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) hanya sekisaran empat wilayah.

“Di seputaran desa tersebut yang berizin baru PT. JRBM Blok Bakan (kewenangan Provinsi), PT. Monumen Energi Nusantara, di Desa Totabuan, dan PT. Monumen Energi Nusantara, di Blok Poigar, serta KUD Perintis Tanoyan,” ungkapnya beberapa waktu lalu

Dikatakannya, untuk pertambangan emas tanpa izin (Peti) atau ilegal yang berhasil didata langsung oleh pihaknya saat turun di lapangan berada di wilayah Desa Tanoyan Selatan, Desa Bakan, Desa Mopait (perkebunan Monsi), Desa Tungoi, Dumoga Bersatu, dan Desa Pindol, Hulu Sungai Pindol, dan wilayah Dumoga bersatu, yang sampai saat ini dihuni ratusan penambang liar (tidak berizin).

“Ada ragusan titik tambang ilegal dan pihak kami sudah melakukan pemeriksaan tambang yang tidak memiliki izin dan dilakukan pengawasan sampai ditindaklanjuti dengan surat teguran ke pelaku usaha agar aktivitasnya dihentikan,”katanya

Ia juga mengaku, pihaknya telah melakukan pengecekkan semua aktivitas tambang emas ilegal berdasarkan laporan warga.

“Bahkan ada beberapa tambang ilegal sampai saat ini masih berproses di kepolisian,”terangnya

Masalah penambangan liar di Kabupaten Bolmong memang sudah sangat kritis. Sabab, bukan hanya mengakibatkan kerusakan lahan atau hilangnya pemasukan untuk daerah dan negara, namun yang lebih fatal lagi dapat meregang nyawa banyak warga.

Dari pantauan Bolmora.com, meski sebagian tambang suda di tutup, contohnya peti di Desa Bakan. Masih ada juga warga yang coba menambang secara sbunyi – sembunyi. Yang beruntung hanha mendapat beberapa dan yang malang ditangkap berwenang.

“Desa Bakan yang dulu adalah pengharapan. Namun Desa Bakan yang kini adalah keputusasaan,” ucap Una salah seorang mantan penambang

Saat berkunjung di desa tersebut, sangat terlihat mendung benar benar turun di desa penghasil emas di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong tersebut. Ratusan warga kehilangan pekerjaan. Apa yang dulu mudah kini jadi sulit. 

“Dulu menyekolahkan anak ke perguruan tinggi adalah hal yang mudah. Kini makan saja sulit,” ujarnya

Ada pula yang terpaksa balik ke kebun. Menggarap tanah dengan ogah. Untung dari pertanian memang tak seberapa dibanding pertambangan. Ril (22) salah satu ojek tambang atau biasa masyarakat setempat menyebutnya “Kijang” mengatakan, dulu waktu tambang bakan masih ada, sehari ia bisa dapat satu juta.

“Bisa 500 ribu hingga sejuta,” kata dia.

Namun kini Ril harus mengeluskan dadanya karena Semua itu terenggut paksa dan ia terhempas.

“Keadaan saat ini sulit sekali. Saya harap ada solusi untuk kami,” kata dia.

UPAYA PEMKAB BOLMONG

Rapat Forkopimda Kabupaten Bolmong bersama Komisi 1 DPRD Bolmong serta pihak JRBM membahas masalah pertambangan Bakan, Kamis (2/7/2020) di ruang rapat paripurna DPRD Bolmong, menyepakati dua solusi.

Pertama usulan pembentukan WIUPK. Kedua skema kemitraan antara PT. JRBM dengan warga penambang. Kedua solusi penyelesaian ini diusulkan lantaran pembentukan WPR gagal.

Saat itu, Wakil Bupati Bolmong Yanni Tuuk mengatakan, dua solusi tersebut akan diseriusi pemerintah.

“Kami akan tindak lanjuti,” kata dia.

Menurut Yanni, pihaknya sudah dua kali mengajukan usulan WPR untuk pertambangan Bakan. Sayangnya usulan itu mentok. Hal yang unik dilakukan Yanni dalam pertemuan tersebut. Ia membujuk perwakilan PT JRBM untuk menciutkan lahannya bagi petambang bakan.

“Mereka tidak ambil banyak, hanya sedikit saja ambil untuk makan sehari, bagi keluarga mereka, saya memohon, kalau boleh saya mengemis,” kata dia 

Dengan nada lirih. Ia mengungkapkan, apapun solusi yang ditempuh, semuanya bergantung kemurahan hati PT JRBM. Gaya Wabup tersebut langsung mencairkan suasana yang mulanya tegang. Perwakilan JRBM yang selalu menjawab dengan gaya ngeles nampak tertegun. 

Broto perwakilan PT JRBM mengaku tidak bisa mengambil putusan terkait dua solusi itu.

“Akan dikonsultasikan dulu ke pimpinan. Yang jelas kita mengacu pada aturan,” kata dia.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button