Kabupaten Bolmong Koleksi 226 ORP

BOLMORA.COM, BOLMONG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperluas data notifkasi terkait pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di daerah itu.
Jika sebelumnya hanya ada dua notifikasi yang digunakan seperti status Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kini Dinkes Bolmong menambah status orang yang memiliki riwayat perjalanan (ORP).
Kepala Dinkes Bolmong Erman Paputungan menjelaskan penambahan notifikasi ORP untuk mempersempit definisi ODP. Menurut Erman, ORP adalah orang yang memiliki riwayat pergi ke Negara atau daerah yang terserang wabah corona.
“ORP mereka yang bepergian ke wilayah negara atau daerah terdampak corona, namun tetap dilakukan monitoring mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan,”ujar Erman saat dihubungi. Minggu (29/3/2020)
Untuk status ODP, kata Erman, jika seseorang mengalami gejala ringan yang mengarah Covid-19. Sedangkan PDP, yang sudah mengarah ke gejala berat seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam 38 derajat celcius.
“Atau riwayat demam disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan seperti ,batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek dan pneumonia ringan hingga berat,”katanya.
Menurut Erman, data sementara di Bolmong terdapat 226 ORP yang diawasi selama 14 hari. Sedangkan untuk ODP terdapat 7 orang.
“Jika selama pemantauan 14 hari ORP menimbulkan gejala maka statusnya akan naik menjadi ODP, kita akan terus pantau, ” ucap Erman.
Sejauh ini dari hasil notifikasi dan pendataan yang dilakukan pihaknya belum ditemukan PDP maupun orang yang positif Covid-19.
“Meski begitu kita tidak bisa berdasarkan data saja, kami sudah menginstruksikan Puskesmas turun ke wilayah melakukan pemeriksaan sekaligus mencari tahu riwayat perjalanan setiap warga, ” jelas Erman.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Bolmong Yusuf Detu mengatakan, terjadi penambahan ORP yang sebelumnya pada Jumat (27/03) hanya 87 orang, menjadi 226 pada Minggu (29/03). Menurut Detu, Lonjakan itu terjadi karena banyak warga Bolmong yang kembali dari luar daerah.
“Seperti mahasiswa kuliah dari luar dan juga pekerja yang kembali saat ditetapkan libur oleh pemerintah, ” jelas Detu.
Grafis Data Notifikasi Covid-19 di Bolmong
ODP:
Kecamatan Lolak 1 Orang.
Kecamatan Passi Barat 1 orang.
Kecamatan Dumoga Barat 3 orang.
Kecamatan Dumoga Tenggara 1 orang.
Kecamatan Lolayan 1 orang.
ORP:
Kecamatan Passi Timur 29 Orang.
Kecamatan Passi Barat 30 Orang.
Kecamatan Lolayan 28 Orang.
Kecamatan Dumoga 7 Orang.
Kecamatan Dumoga Timur 30 Orang.
Kecamatan Dumoga Tengah 10 Orang.
Kecamatan Dumoga Tenggara 1 Orang.
Kecamatan Dumoga Barat 19 Orang.
Kecamatan Dumoga Utara 34 Orang.
Kecamatan Bolaang 14. Orang.
Kecamatan Bolaang Timur 8 Orang.
Kecamatan Poigar 24 Orang.
Kecamatan Lolak 15 Orang.
Kecamatan Sangtombolang 16 Orang.
Total: 226 Orang ORP.
(Agung).



