Bolmong

Dampak Corona, Harga Jahe Tembus Rp90.000

BOLMORA.COM, BOLMONG – Anggapan jahe sebagai obat herbal penangkal dari virus corona (Covid-19), membuat harganya melonjak tajam di sejumlah  pasar di Bolmong.

Jamal, salah seorang pedagang saraba jahe susu di kawasan lolak mengatakan, dirinya saat ini kesulitan mendapatkan jahe sebagai bahan baku minuman yang dijualnya. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp90.000/kg

 “Biasanya harga jahe hanya Rp20.000 sampai Rp30.000. Sekarang gra – gara virus corona harga jahe menjadi Rp70.000 sampai Rp90.000,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020). 

Tak hanya jahe, harga gula pasir kini mencapai Rp20 ribu dari semula Rp12 ribu.

 “Sekarang harga gula naik gila-gilaan, dari Rp12 ribu, Rp15 ribu hingga kini Rp20 ribu,” kata Marlin, warga Tombolango.

Kepala Dinas Perdangan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPESDM)  Bolmong Tonny Toligaga mengatakan, penyebab kenaikan harga belum bisa dipastikan.

“Hal ini sudah kami laporkan ke Bulog,” beber dia.

Dikatakan Tonny, beberapa komediti harganya fluktuatif. Yang naik tajam adalah gula.

“Bawang merah, jahe dan cabai juga naik,” kata dia.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button