Normalisasi Sungai Lambat, Yasti Sorot Kinerja Kepala Balai Sungai
BOLMORA.COM, BOLMONG – Empat hari pasca banjir bandang, sungai di Desa Domisil dan Desa Pangi Timur, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolmong, belum tersentuh. Area sungai masih tertutup batu besar serta batang pohon raksasa.
Amatan Bolmora.Com Sabtu (7/3/2020) di Desa Domisil, hanya satu alat berat yang bekerja. Di Desa Pangi lebih parah lagi. Hanya ada sebuah eskavator kecil yang nampak kesulitan membersihkan material batu besar.
Informasi yang dihimpun Bolmora.Com, alat berat yang bekerja berasal dari Pemkab Bolmong. Alat berat dari Balai Sungai yang dinanti tidak muncul. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan datangnya banjir susulan.
“Jika datang banjir habislah kami semua, karena sungai ditutupi batu dan kayu besar,” kata Mimin Binol, warga Desa Pangi.
Sebut Mimin, banjir membuat sungai tergeser dari tempatnya semula. Sungai kini menjorok ke pemukiman warga.
“Di atasnya penuh batu dan kayu,” kata dia.
Amatan Mimin, alat berat yang bekerja hanya dari Pemkab. Belum nampak alat berat dari balai sungai.
“Ini mengecewakan kami, karena info yang kami dengar, balai sungai hanya fokus di bolmut,” kata dia.
Daniel Kasengke warga lainnya mengaku tak bisa tidur nyenyak selama sungai masih belum dinormalisasi.
“Maut sewaktu waktu mengancam kami,” kata dia.
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, mengaku kecewa dengan kepala balai sungai. Dia menyatakan sudah meminta kepala balai sungai mengirimkan alat berat ke Bolmong.
“Tapi sampai kini alatnya belum ada, padahal ini tanggung jawab mereka. Yang bekerja adalah alat dari pemkab Bolmong,” ujar dia.
Yasti mengaku sampai menyurat ke sejumlah perusahaan minta alat berat gara gara alat dari balai sungai tak nongol. Menurut Yasti, alat berat sangat urgent di kedua desa tersebut. Di desa Domisil, puluhan kayu besar yang teronggok di bawah jembatan kembar desa Domisil mengancam jembatan tersebut.
“Kalau banjir susulan bisa patah jembatan tersebut,” kata dia.
Saat Wagub Steven Kandouw berkunjung Sabtu, Yasti mengingatkan kembali kepada Kepala Balai Sungai agar mengirim alat berat untuk membersihkan sungai. Tapi harapan itu agaknya sulit terwujud.
Kepala Balai Sungai 1 Provinsi Sulut, Ir. Mochammad Silachoedin kepada wartawan mengatakan, pihaknya kebagian tugas di Bolmut.
“Kalau di Bolmong itu tugas dari balai jalan,” kata dia.
Sebut dia, upaya normalisasi tak bisa serentak karena peralatan terbatas.
(Agung)



