Bolmong

Kepala Balai Sungai Bikin Hati Korban Bencana Terluka?

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bak mengoleskan garam pada luka. Demikian pernyataan Kepala Balai Sungai 1 Provinsi Sulut Ir. Mochammad Silachoedin.

Dia menyebut bahwa pihaknya lebih memprioritaskan normalisasi sungai di Bolmut daripada di Bolmong. Penyataan itu spontan melukai hati warga Desa Domisil dan Pangi Timur yang terkena bencana.

“Mendengar pernyataan itu disaat kami menderita seperti ini, sungguh memukul hati kami,” kata Hasbianto, seorang warga.

Sebut Hasbianto, tak terkira duka warga setelah dihantam bencana. Harta hilang, tinggal baju di badan. Harapan akan pulih kembali masih samar.

“Tiap malam kami ketakutan akan banjir susulan karena sungai masih penuh dengan batu dan kayu, lalu ada pernyataan seperti ini, sungguh kami terluka, seolah olah derita yang kami alami hanya sepele,” kata dia.

Pun anggota DPRD Bolmong Ramono, meminta Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengevaluasi kinerja Kepala balai Sungai 1 Povinsi Sulut Ir. Mochammad Silachoedin.

“Dalam kondisi seperti ini tak bisa pilih-pilih, semua harus dibantu,” cetusnya.

Sementera itu, Ketua Umum HMI BMR Irwanto Mamonto menyebut pernyataan kepala Balai Sungai tersebut telah melukai hati warga Bolmong. Sebut dia, pernyataan tersebut sangat tidak etis.

“Dia harus dievaluasi karena tidak sejalan dengan presiden, menteri PUPR dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey,” kata dia.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menyatakan bakal mengadukan kepala balai sungai ke Gubenur Sulut Olly Dondokambey. 

Kepala Balai Sungai 1 Provinsi Sulut, Ir Mochammad Silachoedin ketika dikonfirmasi mengatakan, pembagian itu memang sudah ditentukan.

“Kami di Bolmut, sedang disini balai jalan,” katanya.

Sebut dia, upaya normalisasi tak bisa serentak karena peralatan terbatas.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button