Pemprov Sulut Rawat 3 Orang Anak yang Ditinggal Ibu Kandungnya

0
177
Pemprov Sulut Rawat 3 Orang Anak yang Ditinggal Ibu Kandungnya
Tampak, personil DP3A saat merawat sorang anak yang ditinggal Ibu Kandungnya

BOLMORA.COM, SULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) memberikan perawatan intensif kepada tiga orang anak, warga Kecamatan Tuminting Kota Manado. Ketiga anak ini sempat viral di Media Sosial (Medsos) beberapa hari lalu, karena ditinggal pergi Ibu Kandungnya.

Mengetahui hal tersebut, Gubernur Sulut Olly Dondokambey langsung menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut, agar segera menangani perawatan terhadap ketiga anak tersebut.

Intruksi tersebut, langsung direspon cepat oleh Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Utara, yang langsung mengunjungi lokasi ketiga anak tersebut. Jumat, (1/3/2019)

Ketiga anak yaitu V, Z, dan A langsung dijemput dan diberi perawatan. Kedua anak langsung dibawa ke Shelter P2TP2A, sedangkan seorang anak dirujuk ke Rumah Sakit Wolter Monginsidi, karena mengalami sakit demam.

“Satu orang anak telah dirawat di rumah sakit karena mengalami demam, dan sudah ditemani kerabat ibunya. Hasil pemeriksaan dokter, kondisi kesehatannya normal, hanya kekurangan asupan makanan.”terang  Kadis DP3A Pemprov Sulut Mieke Pangkong, melalui Kepala Seksi Penanganan Perempuan Korban Kekerasan Meiga Sondakh.

Untuk mencari keberadaan ibu ketiga anak, pihak Dinas DP3A Pemprov Sulut telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. “Kami sudah melapor ke Polres Manado, untuk mencari keberadaan Ibu ketiganya,” ujar Sondakh.

Ketiga anak tersebut ditinggal Ibunya di rumah sang Kakak. V sang anak pertama harus mengurus kedua adiknya sendirian. Sementara kondisi adiknya yang bungsu, sedang dalam keadaan sakit.

Menurutnya, ibunya keluar rumah untuk bekerja seminggu yang lalu, dan sampai saat ini tidak kembali. Dia pun harus mengurusi kedua adiknya sendirian.

“Ibu pamit dengan alasan pergi kerja. Tapi sampai sekarang tidak pulang kerumah. Saya ambil uang tabungan saya dengan jumlah Rp 44 ribu untuk beli beras dan masak nasi,” ungkapnya.

V, yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) mengaku terpaksa berhenti sekolah, karena harus mengurus adik-adiknya yang masih kecil.

(*Hms Prov.Sulut/Wdy)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here