
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menerima prosesi adat Mopohabaru Boltara sebagai penanda resmi kesiapan masyarakat menyambut 1 Ramadan 1447 Hijriah. Prosesi digelar Aliansi Lembaga Adat di kediaman Bupati, Sabtu (14/02/2026).
Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah selaku pemangku adat tertinggi sekaligus pemberitahuan adat bahwa bulan suci segera tiba.
Simbol Pemberitahuan Adat kepada Pemerintah
Bupati Sirajudin Lasena menegaskan adat Mopohabaru Boltara adalah ritual sakral masyarakat yang selalu dilaksanakan menjelang akhir bulan Syaban.
Ia menyebut prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi mekanisme adat untuk menyampaikan kesiapan umat menjalankan ibadah Ramadan.
Pemerintah daerah menerima kedatangan tokoh agama, adat, camat, dan sangadi sebagai bentuk komunikasi budaya menjelang bulan suci.
Tradisi Turun-Temurun Menjelang Ramadan
Doa Arwah Bulan Ikut Dilaksanakan
Setelah prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa arwah bulan sebagai bagian dari rangkaian adat Mopohabaru Boltara.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur masyarakat yang datang dengan niat baik memberi kabar adat kepada pemerintah daerah.
Pejabat dan Tokoh Masyarakat Hadir
Acara dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat:
- Ketua DPRD Boltara
- Forkopimda
- Pimpinan OPD
- Ketua DMI
- Camat dan Sangadi
- Tokoh agama dan tokoh adat
Kehadiran lintas elemen memperkuat makna kebersamaan dalam menyambut Ramadan melalui adat Mopohabaru Boltara.
Perkuat Harmoni Pemerintah dan Masyarakat
Tradisi ini menjadi bukti hubungan erat antara adat, agama, dan pemerintah. Momentum budaya diharapkan menjaga persatuan sekaligus menghidupkan nilai spiritual masyarakat.
- Pemkab Bolmut Gelar Prosesi Adat “Mobohabaru Idul Adha”
- Jelang Ramadhan 1440 Hijriyah, Bupati Bolmut Terima Prosesi Adat Mopohabaru



