Dokumen AS Ungkap Kedekatan Jeffrey Epstein dengan Anil Ambani

Dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka fakta baru tentang jaringan Jeffrey Epstein yang ternyata menjangkau India. Arsip pesan elektronik menunjukkan Epstein menjalin komunikasi intens dengan pengusaha besar India, Anil Ambani, antara 2017 hingga 2019.
Isi percakapan mengulas berbagai topik. Keduanya membahas urusan bisnis, isu global, rencana pertemuan, hingga percakapan bernada pribadi. Dokumen itu memperlihatkan bagaimana Epstein berupaya membangun kedekatan dengan lingkar elite Asia.
Percakapan Kontroversial Terungkap
Dalam salah satu pesan Maret 2017, Ambani meminta saran kepada Epstein mengenai sosok yang bisa menemaninya. Epstein merespons dengan menyebut “wanita Swedia tinggi berambut pirang agar kunjungan lebih menyenangkan.” Ambani langsung menjawab singkat, “Atur saja.”
Pertukaran pesan lain menunjukkan rencana pertemuan di Paris dan New York. Epstein bahkan mengundang Ambani ke kediamannya di Manhattan pada Mei 2019 dan menawarkan bantuan untuk bertemu orang-orang penting secara tertutup.
Ketertarikan pada Keluarga Ambani
Epstein tampak mempelajari latar belakang keluarga Ambani. Ia memesan sejumlah buku tentang sejarah bisnis mereka untuk memahami peta kekuatan konglomerasi tersebut.
Ia juga menyinggung hubungan Ambani dengan dunia Hollywood. Dalam satu obrolan, Epstein menanyakan aktris yang sesuai selera Ambani. Pengusaha India itu menjawab bahwa proyek film berikutnya melibatkan Scarlett Johansson, yang bekerja sama dengan Reliance Entertainment.
Kontras Nasib Anil dan Mukesh Ambani
Anil Ambani memimpin Reliance Group, sementara kakaknya, Mukesh Ambani, menguasai Reliance Industries dan tercatat sebagai orang terkaya di Asia dengan kekayaan puluhan miliar dolar.
Dalam satu dekade terakhir, perjalanan bisnis keduanya berbelok tajam. Anil menghadapi tekanan finansial dan penyelidikan dugaan kredit bermasalah di India, sedangkan Mukesh terus memperluas kerajaan usahanya.
Epstein Manfaatkan Jaringan Global
Korespondensi tersebut menggambarkan gaya Epstein membangun pengaruh. Ia menyebut nama tokoh-tokoh besar, mencari akses ke lingkar kekuasaan, dan memanfaatkan reputasinya untuk mendekati figur penting lintas negara.
Guru spiritual Deepak Chopra bahkan menggambarkan Anil kepada Epstein sebagai sosok sangat kaya dan haus perhatian publik. Epstein juga meminta saran dari pebisnis seperti Tom Pritzker dan Peter Thiel untuk menembus jaringan keluarga Ambani.
Setelah pertemuan mereka di New York pada 2019, Epstein mengirim pesan penutup: “Hari ini menyenangkan, senang bertemu denganmu.” Pesan singkat itu kini menjadi bagian dari jejak panjang skandal globalnya.
Ini Jawaban Ulama Dr. Zakir Naik Saat Dituding Dukung Terorisme



