Bolmong

Bencana Alam Intai Sejumlah Wilayah di Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Hujan deras yang terjadi Sejak Minggu (2/2/2020) malam sampai dengan saat ini Senin (3/2/2020) menyebabkan bencana banjir, longsor serta pohon tumbang di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)

Dari informasi yang diperoleh, banjir terjadi di Desa Bolangat Induk, Kecamatan Sangtombolang. Sedangkan longsor terjadi di jalan Trans Sulawesi serta Desa Otam, Kecamatan Passi, dan pohon tumbang terpantau di Desa Tuyat.

Rentetan bencana ini diawali dari tumbangnya sebuah pohon besar di Desa Tuyat, Senin dini hari pukul 02.00 Wita. Pohon roboh di tengah jalan. Untungnya lalu lintas dalam keadaan sepi.

Setelah mendapat informasi ini, tim Reaksi Cepat Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong bersama masyarakat melakukan pembersihan hingga pukul 5 pagi Senin sekira pukul 10.00 Wita, bukit di jalan trans sulawesi, tepatnya di desa Baturapa juga terjadi longsor. Terlihat bebatuan jatuh ke jalan. Sebuah batu besar tepat jatuh di tengah jalan. Arus lalu lintas terhambat karena kendaraan harus berjalan pelan demi menghindari batu.

Belum selesai dengan batu itu, datang kabar jika puluhan rumah di Desa Bolangat Induk tergenang air setinggi mata kaki orang dewasa. Air datang dari gorong – gorong di jalan AKD. Tingginya volume air menyebabkan gorong gorong tidak mampu lagi menampung air.  Air pun meluap ke perumahan di pinggir jalan. Genangan air ini meluas hingga ke persawahan. Sejatinya wilayah tersebut sudah biasa tergenang air saat musim penghujan. 

Bersamaan dengan kejadian tersebut, longsor menimpa sebuah rumah di desa Otam. Batu dan pasir dari atas bukit menghantam bagian samping rumah. Rumah tersebut rusak parah, memang tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Tanggap Darurat BPBD Bolmong Rafiq Alamri membeber, TRC turun ke semua lokasi.

“Kita turun ke semua lokasi,” ucapnya.

Dikatakannya, bencana tertangani dengan baik. Tim TRC siaga 24 jam. 

“Kami siaga 24 jam untuk mengatasi bencana, kami berkoordinasi dengan aparat desa,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga mengimbau pada masyarakat yang ada di bantaran sungai, di lereng gunung, dan para pengguna jalan agar waspada dengan curah hujan yang meningkat. 

Lanjutnya, intensitas curah hujan yang meningkat ini diprediksi bisa bertahan selama sebulan. Untuk itu, kata dia, akan ada pemberitahuan resmi yang akan disebarkan di tiap desa yang ada untuk mengantisipasi dini efek dari cuaca ekstrim ini.

“Untuk orang tua agar memperhatikan anak-anaknya agar menjauhi daerah bantaran sungai. Hati-hati juga bagi pengendara dan pejalan kaki, karena di sejumlah ruas jalan di Bolmong banyak pohon perindang yang usianya sudah tua dan rawan tumbang,” imbaunya.

Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis peringatan dini cuaca ektrim dari tanggal 3 hingga 5 Januari Februari 2020, di sejumlah wilayah di Sulut, salah satunya di Kabupaten Bolmong.

BMKG menjelaskan, adanya daerah pusat tekanan rendah 1009 hPa di Laut Coral dan daerah pusat tekanan rendah 1005 hPa di Bagian Utara Australia, menyebabkan terjadinya pola angin Shearline (belokan angin) di sekitar Laut Maluku.

“Sehingga potensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara,” tertulis dalam rilisnya. 

BMKG memprediksi, Kabupaten Bolmong masuk dalam wilayah terdampak hujan sedang hingga lebat disertai petir, mulai tanggal kemarin, hingga Selasa (4/2) besok.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button