Sopir Pengangkut Sempat Mogok Kerja, Sampah Menumpuk
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Aktivitas Mobil pengangkut Sampah yang biasanya sudah mulai bekerja pada pukul 06:00 tidak terlihat pada Senin (18/2/2019) pagi tadi. Pasalnya, para Sopir tersebut mempertanyakan honorer mereka yang sampai saat ini belum dibayarkan.
Pantauan BOLMORA.COM, akibat aksi tersebut, Sampah-sampah yang berada di pinggiran jalan menjadi menumpuk sehingga mengganggu pemandangan Kota Kotamobagu yang baru saja meraih Adipura ini. Seperti yang ada di depan Kantor Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat, tempat sampah pun sudah tidak mampu menampung kotoran yang dibuang warga sekitar lokasi tersebut.
“Ini sudah pertengahan bulan Februari, tapi honor kami belum ada kejelasan kapan akan diterima,” ungkap salah satu sopir armada pengangkut sampah yang minta namanya tidak dipublish.
Sementara itu Plt Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Alfian Hasan menerangkan, Surat Keputusan (SK) Tenaga Harian Lepas (THL) belum pihaknya terima dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
“Sampai saat ini SK THL belum ada di tangan kami, anggaran untuk pembayaran honorer mereka sudah disiapkan. Semua tergantung SKnya, jika sudah ada maka langsung kami bayarkan,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, para sopir armada pengangkut Sampah sudah dipanggil dan dijelaskan terkait masalah tersebut.
“Sudah saya jelaskan masalah SK ini dan pada pukul 10:00 pagi tadi, 17 armada pengangkut sampah beroperasi kembali. Insya Allah dalam waktu dekat ini SK 219 THL akan segera terbit,” ujarnya.
Kepala BKPP Sahaya Mokoginta sendiri ketika ditanyakan mengenai kapan akan keluarnya SK para pasukan kuning ini menghimbau agar para THL ini untuk tidak perlu khawatir karena secepatnya SK mereka akan segera ada.
“Paling lambat pekan depan SK mereka sudah ada, silahkan terus bekerja,” imbuhnya.
(me2t)



