Video Curahan Hati Istri dan Anak Pelaku Penganiayaan Kepsek SMP Negeri 4 Lolak
BOLMORA, BOLMONG – Menyesal dan juga trauma, itulah yang tergambar dari curahan hati istri dan anak pelaku penganiayaan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Lolak.
Dari pengakuan Putri (12), anak dari pelaku Mart alias DP (41), kepsek memanggil orang tuanya dan disuruh menandatangani surat pernyataan atas kenakalan anaknya. Pelaku pun menayakan untuk apa surat pernyataan ini ditandatangani, namun sontak korban (kepsek) memaki si pelaku.
“Bapak saya dipangil ke sekolah untuk menghadap ke ibu kepsek. Sampai di ruangan ibu kepsek, bapak disuruh menandatangani surat pernyataan, tapi bapak tidak mau menandatangani surat itu. Saat itu juga, saya mendenggar ibu kepsek memaki bapak saya. Karena makian itulah, sehingga bapak langsung emosi dan memukul kepsek. Saya pun langsung berlari dan berteriak memanggil orang di sekitar,” ungkap Putri, saat ditemui awak media ini.
Putri pun mengakuai kesalahan bapaknya, dan meminta maaf kepada kepsek. Ia mengaku tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena tidak ada biaya untuk sekolah jika ayahnya dipenjara.
“Saya mohon maaf kepada ibu kepsek, ampuni bapak saya. Siapalagi yang akan membiayai sekolah kami kalau bapak sebagai tulang punggung keluarga berada dipenjara. Kami pasti lutus sekolah,” katanya, sambil menagis di Mapolsek Lolak.
Sebagaimana terpantau, sekarang ini kondisi keluarga pelaku penganiyayaan mengalami trauma, dan terpaksa harus menumpang tinggal di rumah saudaranya, karena diduga mendapat ancaman dari pihak keluarga korban. Istri dan anak pelaku Mart alias DP, dan keluarganya terpaksa untuk sementara mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada ibu kepsek. Saya ingin meminta maaf dan ampun atas kesalahan suami saya. Tuhan, saya tidak sanggup menyekolahkan anak saya tanpa suami disisi. Saya dan suami minta maaf. Kami sudah salah,” ujar Femi Tapada, yang merupakan istri DP.
Femi tak henti-hentinya menangis dan memohon maaf serta pengampunan dari kepsek dan pihak keluarga agar suaminya dibebaskan dari tuntutan.
“Saya juga meminta ampun kepada pak sangadi, dan semuanya keluarga ibu kepsek,” ucapnya.
Sementara itu, pelaku Mart, yang sedang diperiksa terus menangis dan mengatakan khilaf atas perbuatannya.
“Saya minta maaf. Saya menyesal dengan perbuatan saya,” katanya, sambil menangis bersama dengan istrinya.
Pun saat berita ini dipublis, terinformasi jika pelaku telah dipindahkan ke rumah tahanan (Rutan) Mapolres Bolmong.(agung)
Beikut Video Curhatan Hati Istri dan Anak Pelaku :



