2 TSK Kasus Investasi Bodong Berhasil Diringkus Polres Kotamobagu

0
585
2 TSK Kasus Investasi Bodong Berhasil Diringkus Polres Kotamobagu
Press Conference sedang berlangsung di depan Polres Kotamobagu
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM – Polres Kotamobagu melalui Tim Reserse Mobil (Resmob) akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap kedua tersangka (TSK) kasus Investasi Bodong/Donor Dana yang merugikan puluhan orang hingga ratusan juta.

Kasus Investasi Bodong melibatkan dua TSK yang berinisial NL (23) warga Desa Tombolikat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang berdomisili di Kelurahan Motoboi Kecil. Dan NYK (26) adalah warga Kelurahan Tumobui ini terungkap setelah dilaporkan oleh para korban yang berjumlah sebanyak 40 orang dengan total kerugian mencapai Rp.800 juta.

Awalnya kedua TSK memposting penawaran di medsos facebook dengan cara meyakinkan para korban bahwa investasi milik mereka aman karena sudah berjalan sejak bulan September 2021. Dimana dalam postingan mereka menuliskan “Buka donor member yang bunganya sekitar 60 sampai 100 persen” jadi ketika nasabah menyetor Rp.1 juta, dan dalam 10 hari kedepan TSK akan mengembalikan uang tersebut sebesar Rp1,8 juta.

Diketahui, korban dari TSK NL berjumlah 30 orang, dengan total kerugian Rp.500 juta. Sedangkan 10 korban lainnya dari tangan NYK dengan jumlah kerugian Rp.300 juta.

Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tangan TSK yakni, 1 unit Mobil Toyota Agya, 1 cincin emas 2 gram, 2 unit Handphone, 2 buah buku tabungan bersama ATM masing-masing BCA dan BNI, buku tabungan BRI dan buku tabungan para penyetor.

NYK  ditangkap pada 13 Desember lalu di Tumobui, sedangkan Tsk NL ditangkap di rumah keluarganya yang berada di Wangurer Bitung pada 14 Desember 2021.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, S.I.K mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah tertipu dengan segala macam investasi seperti ini.

“Kedua TSK kami jerat dengan pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang UU ITE, dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun atau denda sebanyak Rp.1 Miliar,” tegas Kapolres.

(*/Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here