Bolmut

10 Desa dan Sekitar 1.600 Hektare Lahan Persawahan di Bolmut Diterjang Banjir

BOLMORA, BOLMUT – Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selang dua hari menyebabkan beberapa sungai meluap dan mengakibatkan sedikitnya sepuluh desa dan kurang lebih 1.600 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bolmut terendam banjir. Selain itu, terjadi juga tanah longsor di beberapa titik di jalan Trans Sulawesi.

Namun saat ini, sebagian besar masyarakat yang sempat mengungsi karena rumahnya diterjang banjir, sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Meski demikian, Bupati Bolmut Depri Pontoh mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan waspada terhadap bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

“Harus tetap waspada dengan bencana banjir dan tanah longsor. Instansi terkait sudah diperintahkan untuk segera mendirikan posko-posko siaga bencana. Mengingat cuaca saat ini masih kurang bersahabat, sehingga ketika ada bencana yang tiba-tiba datang bisa langsung tanggap,” imbuh bupati yang sangat peduli dengan rakyatnya ini.

Diketahui, angin kencang disertai ombak besar di sejumlah pesisir pantai menyebabkan empat orang pelajar, yang merupakan warga Desa Buko terseret arus laut. Dua korban di antaranya berhasil diselamatkan, tapi dua orang lainnya dinyatakan hilang. Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Bolmut dan Provinsi Sulawesi Utara, dengan bantuan warga sekitar akhirnya salah satu korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Satu korban lainnya yang sehari sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan di tengah lautan sudah tidak bernyawa oleh tim Sar dan masyarakat, pada Jumat (27/1/2017) sekitar pukul 14:00 Wita. Remaja asal Desa Dalapuli itu terserat air, pada Kamis (26/1/2017).(amad)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button