Pembangunan IPAL yang Menghabiskan Dana Miliaran Rupiah Tidak Berfungsi

0
485
Dokumen IPAL Empat Puskesmas di Bolmong Belum Lengkap
Tampak IPAL yang ada di Puskesmas Lolak yang tidak berfungsi

BOLMORA, BOLMONG – Pembagunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di empat Puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongongondow (Bolmong) dikeluhkan warga. Pasalnya, empat Puskesmas yang memiliki IPAL tidak bisa digunakan, yakni di Puskesmas Poigar, Inobonto, Lolak, dan Mopuya.

Pembangunan IPAL yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017, dan memakan biaya sebesar Rp2,5 Miliar, untuk empat Puskesmas itu memiliki masalah masing-masing. Hal itu seperti diungkapkan salah satu warga yang meminta namanya tak dipublis.

Menurutnya, empat IPAL yang dikerjakan tahun 2017, sampai sekarang belum berfungsi dengan baik, bahkan terkesan pembangunannya asal-asalan.

“Yang paling parah di Puskesmas Inobonto. Limbahnya malah mengalir ke sungai,” ungkap waraga.

Ditambahkan, selain Puskesmas Inobonto, di Puskesmas Lolak pun juga tidak berfungsi, sehingga menimbulkan aroma bau busuk pada septik tanknya.

“Bisa dilihat sendiri IPAL yang berada di Puskesmas Lolak. Harusnya di pembuangan air itu ada ikan, tapi nyatanya tidak ada. Artinya kan tidak berfungsi dengan baik untuk mengelola limbah,” tambahnya.

Media ini pun melakukan pengecekan langsung ke lapangan, yakni IPAL yang berada di salah satu Puskesmas, tepatnya di Puskesmas Lolak yang berada di samping Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong. Sesampainya di sana, IPAL yang menghabiskan dana hingga Rp512 juta per unit itu, terkesan asal-asalan dan hanya menghabiskan uang negara. Bagaiman tidak, tong IPAL yang seharusnya punya atap, setelah dilihat malah tidak memiliki atap atau tinggal kerangkanya. Sedangkan untuk bak tempat pembuangan terakhir, yang seharusnya ditempati ikan dan air bersih, setelah dilihat tidak memiliki ikan dan airnya pun berwarna hitam serta beraroma bau tidak sedap.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Kepala Dinkes Bolmong Sahara Albugis, terkait pembangunan IPAL, dirinya mengungkapkan bahwa tidak tahu menau tentang pembangunan IPAL tersebut.

“Coba tanya ke kadis sebelumnya, karena IPAL tersebut dibangun sebelum saya masuk di Dinkes Bolmong,” ungkapnya.

Upaya konfirmasi pun dilakukan ke kadis sebelumnya Julin Papulig, yang kebetulan sekarang menjabat Sekretaris Dinkes Bolmong. Namun, dirinya membantah jika IPAL di empat Puskesmas tersebut tidak berfungsi.

“Bukan tidak berfungsi, tapi penggunaan air di dalam limbah itu kurang, sehingga alatnya tidak bisa beroprasi. Karena setiap pengelolaan limbah harus menampung hingga 10 kubik air,” sebutnya.

Untuk IPAL Puskesmas Inobonto, Julin mengakui bahwa pengerjaanya belum selesai. Namun ia juga membantah jika pembuangan limbah di Puskesmas itu ke aliran sungai.

“Kalau yang di Inobonto, memang pekerjaannya belum tuntas. Seperti pemasangan pipa penyaluran limbah, sehingga merembes ke tanah bangunan. Jadi, tidak benar kalau limbahnya jatuh ke sungai,” terang Julin.

Ia mengaku mengetahui persis soal pembangunan IPAL di empat Puskesmas, karena saat 2017 lalu ia masih menjabat sebagai Kadis Kesehatan Bolmong.

“Saya tahu persis, dari total Rp2,5 Miliar untuk 4 unit, masing-masing memakan anggaran Rp512 juta,” pungkasnya.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here